“Sebenarnya saya iseng mencoba bisnis ini. Awalnya saya membuat untuk diri pribadi, lalu setelah dilihat ternyata punya peluang yang luar biasa. Banyak peminatnya, sedangkan perajinnya belum ada.” ungkapnya
Alfi –sapaannya- mengaku kenal dengan kerajinan tersebut dari seorang rekan. Dia juga tidak menyangka karya buatan tanganya tersebut diminati banyak orang. Hal ini lantas memotivasinya untuk mengenal lebih jauh kerajinan tali kur, yakni dengan mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK).
Di tangan Alfi, tali kur ini berubah menjadi produk kerajinan unik dan bernilai ekonomi. Seperti tas, dompet, ikat pinggang, hingga sandal. Dari beberapa karya itu, dompet dan tas yang jadi primadonanya.
“Dompet dan tas dari tali kur ini bisa dibuat dengan berbagai bentuk dan motif. Bahkan, masing masing motif bisa dikembangkan lagi menjadi puluhan karya,” ujarnya.
Karena saking banyak peminatnya, 2021 lalu, Alfi menambah kreasi berupa tas anyaman. Menurutnya, tas anyaman plastik juga memiliki peluang yang besar. Terutama di Blitar Raya yang masih kental dengan tradisi hajatan, tasyakuran, atau sekadar wadah belanjaan.
Ibarat sambil menyelam minum air, selain bisa mengisi waktu luang, ternyata bisnis kerajinan tali kur ini bisa menghasilkan omzet yang luar biasa. Bahkan, bisnis ini sudah sampai pasar internasional, seperti Taiwan, Hongkong dan Singapura.
“Dari segi harga, kalau di lokal kan terlalu mahal. Akhirnya saya pilih tiga negara itu melalui teman dan saudara yang bekerja jadi WNI. Awalnya, saya kirimkan foto dan barangnya, ternyata di sana juga banyak peminatnya,”
Di era yang serbadigital ini, ibu dua anak tersebut mengutamakan promosi secara online yang memiliki jangkauan luas. Selain itu juga membuka galeri kecil di rumahnya, serta bazar dan event tertentu.
Awalnya, Alfi produksi sendiri kerajinan tersebut. Namun, seiring permintaan tinggi, dia pun kewalahan dan merekrut karyawan. Setidaknya ada sekitar 43 orang karyawan yang kini bergabung untuk produksi kerajinan tersebut.
“Sengaja memilih di kalangan ibu-ibu agar mereka bisa memanfaatkan waktu senggang supaya bisa menghasilkan kegiatan yang positif,” ungkapnya
Selain di Blitar dan luar negeri, kreasi tas tali kur ini sudah memiliki langganan di Nusantara. Mulai dari Maluku, Riau, hingga Kalimantan. (mg2/c1/hai) Editor : Endah Sriwahyuni