Run Blitar merupakan komunitas lari yang dibentuk oleh sekelompok pemuda Blitar penghobi lari. Hingga kini, jumlah anggotanya sudah mencapai lebih dari 100 orang. “Mereka datang dari berbagai latar belakang,” kata pendiri Run Blitar, Suheri, kepada koran ini kemarin (20/5).
Komunitas lari ini dibentuk untuk mewadahi para pencinta lari di mana pun berada. Khususnya di Blitar. Siapa pun bisa bergabung. Mulai orang tua, anak muda, pelajar, mahasiswa, dan lain sebagainya.
Dengan kata lain, tidak perlu mahir berlari dulu baru bergabung. Namun, yang pemula bisa langsung join. Melalui komunitas, mereka diajak lari bersama dengan nyaman, aman, dan ceria.
Biasanya, mereka yang berlari dan bergabung dengan komunitas memiliki misi tertentu. Tidak sekadar berolahraga dan menjaga pola hidup sehat, tetapi juga ada tujuan lain. “Misalnya, ada yang ingin diet, menurunkan berat badan, dan ada yang menjaga performa lari,” ungkap Suheri.
Run Blitar memiliki jadwal lari setiap minggunya. Yang wajib adalah setiap Minggu pagi. Rutenya berkeliling Kota Blitar sejauh 5 kilometer (km). “Untuk rute sendiri dibagi beberapa kategori. Seperti long run 10K sampai 21K,” ungkapnya.
Salah satu program lari yang digagas Run Blitar adalah Run for Charity. Program lari itu memiliki misi sosial berbagi dengan orang yang membutuhkan. Pelari akan menempuh jarak 50 km untuk kategori full course.
Start lari dimulai dari Alun-Alun Kota Blitar dan finis di Pondok Lansia Miftahul Jannah di Kelurahan Dandong, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Para pelari membawa misi kebaikan membantu lansia terlantar agar mendapatkan penghidupan yang lebih baik. Komunitas akan menggalang dana untuk kemudian disalurkan ke pondok lansia.
Program Run Blitar lainnya adalah event Bung Karno Run. Event lomba lari itu digelar setiap Bulan Bung Karno. Tahun ini, Bung Karno Run kembali digelar untuk kedua kalinya. Event ini menjadi salah satu pendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi masyarakat. (sub/c1) Editor : Endah Sriwahyuni