Dosen Pendidikan Sosiologi UM, Joan Hesti Gita Purwasih S.Pd. M.Si mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk melahirkan guru sosiologi yang kompeten dan mempu menyusun alur tujuan pembelajaran (ATP). “Utamanya untuk mata pelajaran sosiologi di jenjang SMA/MA,” sebutnya.
Dia menambahkan, ATP merupakan salah satu perangkat ajar yang penting dalam Kurikulum Merdeka. Sebab, guru akan membangun tahapan-tahapan kompetensi dan konten materi yang akan diajarkan di sekolah. “Oleh karena itu, guru tidak hanya dituntut menguasai aspek pedagogis, tetapi juga aspek profesional dalam penguasaan konten materi-materi sosiologi,” sambungnya.
Ketua II MGMP Sosiologi MA Provinsi Jawa Timur, Sabilla Amirulloh S.Sos M.Si mengatakan, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan komunikasi saat ini harus direspons secara positif dan diintegrasikan dalam pembelajaran. Tujuannya, agar para siswa siap menghadapi tantangan masa depan. Dengan begitu, pemutakhiran ilmu sosiologi bisa diterapkan dalam materi pembelajaran. “Kuncinya, tentu terletak pada kompetensi guru selaku pelaksana kurikulum di setiap satuan pendidikan,” ujarnya.
Sebagai perguruan tinggi, Universitas Negeri Malang berkomitmen untuk membangun dunia pendidikan khususnya kompetensi guru melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah satunya, melalui dharma pengabdian masyarakat yang dilakukan sebagai bagian dari penyebarluasan ilmu yang sudah dikembangkan oleh perguruan tinggi untuk masyarakat luas. Editor : Doni Setiawan