Kepala Desa Sragi, Leni Puji Astuti mengatakan, produk olahan rambut jagung ini bisa menjadi salah satu produk unggulan desa. Tak hanya itu, salah satu ide kreatif tersebut juga bisa jadi pendongkrak ekonomi masyarakat. “Rambut jagung ini memiliki kandungan antioksidan tinggi. Jika dikonsumsi dengan benar, ada beberapa manfaat lain yang bisa didapatkan,” katanya.
Dia mengungkapkan, rambut jagung selama ini nyaris tidak pernah diperhatikan. Paling banter, benda yang bertengger di atas tongkol jagung ini hanya menjadi bagian pakan ternak. Padahal, ada segudang manfaat untuk kesehatan jika benda ini diolah dengan benar. “Saya ingin memaksimalkan nilai guna dari jagung, termasuk limbah jagung yang dapat dimanfaatkan sebagai minuman serbuk teh,” ucapnya.
Perempuan berhijab ini melibatkan salah satu dosen perguruan tinggi ternama di wilayah Malang untuk melakukan penelitian mengenai rambut jagung ini. Hasilnya, ada beberapa manfaat untuk kesehatan. Rambut jagung dinilai mampu mencegah kanker, tumor, menghambat penuaan, mempercepat penyembuhan, dan mempermudah regenerasi sel kulit.
Sayangnya, ada sedikit tantangan untuk merealisasaikan inovasi ini. Hanya varietas jagung tertentu yang bisa digunakan sebagai bahan baku produksi minuman. Akibatnya, proses produksi minuman ini pun tidak bisa berjalan lancar. “Untuk saat ini bahan baku masih diperoleh dari penjual sayuran, tapi belum mencukupi kebutuhan produksi,” katanya.
Kendati begitu, Leni tidak hanya duduk diam. Sebab, hal ini tidak hanya bisa menjadi sumber pendapatan tambahan warga, tetapi juga pendapatan asli desa (PADes). Untuk mengatasi kendala kurangnya bahan produksi, dia berencana menjalin kerja sama dengan perusahaan pembenihan jagung. “Inovasi tersebut sangat bermanfaat. Jika ke depan bahan baku pembuatan bisa lebih banyak diperoleh, tentu bisa merekrut tenaga kerja sehingga bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat Desa Sragi,” pungkasnya. (mg1/c1/hai) Editor : Endah Sriwahyuni