Hartini melanjutkan, ada ruang tamu cukup luas di dalam Sang Fajar Suite. Kamar ini memiliki ruang tamu cukup luas dan nyaman. Diisi memorabilia serta furniture presiden zaman dulu. “Barang-barang tersebut merupakan pemberian Bung Karno kepada “teman istimewanya”, ketika Bung Karno masih menjadi seorang pelajar di Bandung,” jelas wanita ramah itu.
Barang-barang di kamar itu sebagian asli. Terdapat lukisan besar karya Dezentje, teman Bung Karno. Ranjang yang besar kombinasi ranjang kuno telah direnovasi untuk kenyamanan para tamu. Karena itulah, wajar menjadi jujugan tamu-tamu penting yang berkunjung di Blitar. Termasuk putra putri Bung Karno. Beberapa di antaranya, Megawati Soekarno Putri, dan Dewi Soekarno. Soesilo Bambang Yudhoyono saat masih menjabat sebagai presiden juga pernah berkunjung ke Hotel Tugu Sri Lestari. Ada juga Katika Sari Dewi yang menikmati kenyamanan hotel tersebut.
Daya tarik lain yang tak kalah hebat, terdapat lukisan besar empat bidang. Itu yang merupakan lukisan asli hitam putih. Yakni tentang petani dari Priangan Jawa Barat mempersembahkan hasil kebunnya kepada Bung Karno, yang waktu itu sedang berulang tahun.
Hartini menceritakan, di dalam almari Sang Fajar Suite, tersimpan tanda tangan asli Bung Karno. Ada juga sketsa lukisan asli dari pelukis Lee Man Fong. Dia merupakan pelukis istana yang ditugasi menyusun buku koleksi lukisan Bung Karno. Bahkan menduplikat lukisan asli Sang Proklamator atas kemauan Bung Karno sendiri. “Koleksi seni di dalam almari kamar ini adalah barang-barang pemberian Bung Karno kepada sahabatnya. Yakni pada waktu itu mendampingi Bung Karno saat ke Blitar,” jelas Hartini yang juga menjelaskan kepada Jawa Pos Radar Blitar.
“Kamar khusus ini juga dilengkapi dengan perlengkapan kamar mandi yang modern,” imbuhnya. Seperti diketahui, Hotel Tugu Sri Lestari berdiri pada 1850. Kalai itu bernama Hotel Metro. Lokasinya di depan Stasiun Kereta Api Blitar. Karena itulah tamu bisa masuk melalui pintu belakang hotel, cukup dengan berjalan kaki.
Hotel tersebut milik seorang priyayi ningrat Jawa dari Dinasti Pangeranan di Jawa. pemilik tersebut meninggal pada 1851, satu tahun setelah hotel berdiri. Nah, ketika Bung Karno berlibur ke Blitar, sering mampir ke hotel tersebut, yang sekarang bernama Hotel Tugu Sri Lestari. (zab/wen) Editor : Endah Sriwahyuni