Sesuai jadwal, lomba lari terbesar di Blitar ini digelar pada Minggu (4/6). Nantinya, pada H-1 atau Sabtu (3/6) para peserta harus mengambil racepack di Balai Kesenian Istana Gebang. Istana yang menjadi rumah masa kecil Bung Karno itu menjadi satu lokasi dengan venue lomba.
Untuk memeriahkan lomba lari, panitia Bung Karno Run telah menggandeng beberapa sponsorship. Di antaranya, Kereta Api Indonesia (KAI), Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Surabaya, Bank Jatim, BP Jamsostek, Kapal Api, Galeri 24, Fitbar, Salonpas hingga Biznet.
Nah, demi mendukung event tersebut, salah satu official sponsor KAI menggeber diskon tiket KA hingga 20 persen. Promosi diskon itu berlaku untuk keberangkatan KA pada 2-6 Juni. “Kita tahu, kereta api menjadi moda transportasi favorit masyarakat. Banyak peserta lomba dari luar daerah yang menggunakan kereta api. Karena itu, KAI membuat promo untuk menarik penumpang,” jelas Ketua Panitia Bung Karno Run Suheri kepada koran ini, kemarin (29/6).
Manager Humas Daop 7 Madiun Supriyanto menjelaskan, untuk mendapatkan diskon 20 persen, masyarakat bisa melakukan pembelian di booth KAI pada event Bung Karno Run yang diselenggarakan pada 3 – 4 Juni. “Sedangkan untuk mendapat diskon 10 persen, masyarakat bisa memesan lewat aplikasi KAI ACCESS, pada periode pembelian dan keberangakatan KA, yakni 2-6 Jun,” jelasnya melalui keterangan tertulis, kemarin.
Promo diskon berlaku untuk perjalanan dengan KA jarak jauh dan berlaku semua kelas yakni ekonomi, bisnis, maupun eksekutif. Namun, tarif diskon ini tidak berlaku untuk KA PSO (subsidi), kereta luxury, priority, panoramic, dan kereta wisata lainnya. “Selain itu, tiket dengan tarif diskon ini dapat dibatalkan dan diubah jadwal sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Daftar KA keberangkatan dan kedatangan di wilayah daop 7 Madiun yang mendapatkan diskon 10 persen di antaranya, KA Majapahit, KA Brantas, KA Gajayana, dan KA Malabar. KAI meminta kepada calon penumpang untuk memperhatikan kembali jadwal keberangkatan pada tiket. Sebab, per 1 Juni grafik perjalanan KA berubah lebih cepat dari sebelumnya. (sub) Editor : Endah Sriwahyuni