Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

DPRD Kota Blitar Semarakkan Grebeg Pancasila

Endah Sriwahyuni • Jumat, 2 Juni 2023 | 22:18 WIB
SINERGI: Ketua DPRD Kota Blitar dr Syahrul Alim (kanan) menerima hasil bumi Gunungan Lima secara simbolis dari Wali Kota Blitar Santoso, kemarin (1/6). (JOKO/DISKOMINFOTIK KOTA BLITAR UNTUK RADAR BLITAR)
SINERGI: Ketua DPRD Kota Blitar dr Syahrul Alim (kanan) menerima hasil bumi Gunungan Lima secara simbolis dari Wali Kota Blitar Santoso, kemarin (1/6). (JOKO/DISKOMINFOTIK KOTA BLITAR UNTUK RADAR BLITAR)
KOTA BLITAR - Tradisi Grebeg Pancasila menjadi salah satu potensi budaya di Kota Blitar. Sebab, kegiatan yang diselenggarakan setiap 1 Juni tersebut selalu menyedot antusiasme masyarakat Blitar hingga luar daerah.

Tak sekadar menjadi potensi budaya, tetapi juga pariwisata. Pasalnya, tradisi tersebut dipusatkan di Makam Bung Karno (MBK) yang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Kota Blitar. “Melalui Grebeg Pancasila, masyarakat juga diajak untuk memaknai budaya gotong royong yang tecermin dalam nilai-nilai Pancasila. Budaya kegotongroyongan masyarakat ini harus kita jaga dalam meningkatkan kesejahteraan bersama,” ungkap Ketua DPRD Kota Blitar dr Syahrul Alim, kemarin (1/6).

Pimpinan DPRD Kota Blitar itu turut mengikuti rangkaian Grebeg Pancasila. Diawali dengan kirab Bedhol Pusaka dari Istana Gebang ke Kantor Wali Kota Blitar pada Rabu malam (31/5). Dilanjutkan upacara Grebeg Pancasila di Alun-Alun Kota Blitar.

Selanjutnya, kirab Gunungan Lima berupa berbagai hasil bumi dari alun-alun ke MBK. Setibanya di MBK langsung upacara sederhana penerimaan gunungan lima secara simbolis dari Wali Kota Blitar Santoso kepada Ketua DPRD Kota Blitar, dr Syahrul Alim.

Syahrul mengungkapkan, kegiatan atau event Grebeg Pancasila harus terus ditingkatkan agar lebih baik. Sebab, tradisi ini memiliki dampak positif. Bukan hanya bagi pemerintah daerah (pemda) setempat, melainkan juga masyarakat. “Ya, perekonomian masyarakat bisa bergerak. Meningkatkan taraf hidup masyarakat kota menjadi lebih baik,” ungkap politikus PDI-P ini.

Di samping itu, kata Syahrul, Grebeg Pancasila harus dimaknai sebagai kegiatan menumbuhkan semangat kegotongroyongan dan nasionalisme. Semangat itu tergambar dari aksi menggotong gunungan lima yang berisi sejumlah hasil bumi. “Jumlahnya lima seperti lima sila. Gunungan berupa hasil bumi itu dikirab menuju MBK untuk di-porak masyarakat (dinikmati bersama-sama),” terangnya.

Syahrul berharap masyarakat tetap dalam persatuan dan kesatuan. Khususnya kepada kaum muda ataupun generasi milenial. “Grebeg Pancasila ini bisa menjadi momen untuk membangkitkan semangat nasionalisme. Membumikan, memahami, serta menerapkan nilai-nilai Pancasila,” tuturnya. (sub/c1) Editor : Endah Sriwahyuni
#potensi kota blitar #tradisi grebeg pancasila #dprd kota blitar