Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswankesmavet) Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar, drh Nanang Miftahudin, mengungkapkan bahwa masih terjadi penambahan kasus LSD pada sapi. Jumlah kasus aktif hingga kemarin (1/6) mencapai 33 kasus.
“Dari 33 kasus LSD, itu tersebar di 14 kecamatan. Peternak harus mengantisipasinya,” ungkapnya.
Sekadar diketahui, LSD merupakan penyakit menular yang umumnya menginfeksi sapi, kerbau, dan hewan kuku belah lainnya. Penyakit itu dipicu paparan virus golongan Poxviridae. Indikasi ternak yang terjangkit yaitu muncul benjolan di kulit. Yakni, pada bagian leher, telinga, punggung, dan perut. Penyebarannya melalui nyamuk dan lalat.
Adapun jumlah kasus tersebut meningkat signifikan dibandingkan pada Maret lalu yang hanya sembilan kasus. Lalu, belasan kecamatan yang kini terdeteksi penyakit LSD di antaranya Kecamatan Gandusari, Nglegok, Selopuro, Wonotirto, Udanawu, Binangun, dan sejumlah kecamatan lainnya.
“Selain sosialisasi ke peternak tentang sanitasi kandang, kami juga fasilitasi dengan vaksinasi. Tapi belum semua menerima,” imbuhnya.
Menilik data disnakkan, populasi sapi potong mencapai lebih dari 149.000 ekor, sedangkan populasi sapi perah 21.000 ekor. Dari jumlah tersebut, jumlah ternak yang telah mendapat vaksinasi masih 6.672 ekor sapi potong. Sebagian besar sapi perah di pabrik susu telah mendapat vaksinasi mandiri.
Nanang menyebut bahwa stok vaksinasi masih tersedia. Pelaksanannya juga terus bergulir. Namun, hanya ternak dengan kondisi sehat yang bisa disuntik. Ternak yang masih sakit harus melalui karantina terlebih dahulu. “Baru saat sudah sembuh bisa kami lakukan penyuntikan,” tambahnya.
Menurut dia, peternak tak boleh lengah. Sebab, selain LSD, kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) juga masih mengancam. Risiko penularannya juga lebih besar ketimbang LSD. Untuk itu, belasan pasar hewan kini dilengkapi dengan bio security. Penyemprotan disinfektan secara berkala bertujuan untuk meminimalisasi sebaran kasus.
“Pelaksanaan (vaksinasi) baik LSD dan PMK akan kami percepat. Terlebih semakin mendekati peringatan Idul Adha,” tandasnya. (luk/c1/wen) Editor : Endah Sriwahyuni