Seperti diketahui, banyak event yang terselenggara selama Bulan Bung Karno ini. Digelar mulai awal hingga akhir bulan. Tentunya bakal banyak pengunjung ataupun wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, yang berkunjung ke Bumi Bung Karno ini.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Blitar Edy Wasono membenarkan hal tersebut. Banyaknya event yang digelar tentu bakal menarik masyarakat, khususnya wisatawan dari luar daerah. Kondisi tersebut berdampak pada kuantitas pengunjung hotel. “Bahkan, pada bulan ini (Juni, Red) sudah ada pengunjung dari Bali sebanyak 150 orang,” ujarnya, kemarin (4/6).
Dia menyebut okupansi hotel pada Bulan Bung Karno ini merangkak naik sekitar 20 persen. Sebelumnya, pada hari-hari biasa, okupansi hotel hanya berkisar 50-60 persen dari total hunian kamar. Namun, kini naik mencapai sekitar 80 persen. “Apalagi jika akhir pekan bisa lebih banyak lagi,” katanya.
Disparbud memperkirakan okupansi hotel bisa mencapai 100 persen. Sebab, tak sedikit pengunjung maupun tamu undangan yang berasal dari luar daerah. Terlebih, bakal ada tokoh nasional yang ikut diundang untuk menghadiri beberapa event. Di antaranya seperti Bazar Blitar Jadul, Festival Coffee, hingga Soekarno Night Run. Belum lagi, event memperingati haul Bung Karno yang bakal menyedot perhatian sejumlah tokoh.
Kondisi tersebut juga memberikan dampak positif pada sektor lainnya. Di antaranya, pariwisata, kuliner, transportasi, dan lain sebagainya. Sebab, rata-rata pengunjung tidak datang dalam waktu singkat. “Biasanya mereka sekalian menginap, sembari mencicipi kuliner dan membeli produk-produk khas,” bebernya.
Di samping itu, sektor industri juga memiliki magnet tersendiri. Salah satunya, industri kendang yang selalu menjadi daya tarik bagi pengunjung luar daerah. Selama ini, tak sedikit pengunjung dari luar pulau, bahkan luar negeri yang membeli kendang khas Kota Blitar sebagai oleh-oleh.
Sebab, kendang masih sangat lekat dengan budaya Jawa, utamanya di Blitar. “Ukuran kendang yang dipasarkan cukup beragam. Rata-rata pengunjung membeli dengan ukuran standar untuk dibawa pulang,” tandasnya. (tan/c1/sub) Editor : Endah Sriwahyuni