Sebelumnya, ada tujuh jemaah lansia yang harus menggunakan kursi roda untuk menjalankan ibadah. Namun, kini makin bertambah lantaran beberapa lansia tumbang. Total sudah 15 jemaah yang menggunakan kursi roda.
Informasi yang dihimpun koran ini dari petugas jemaah haji Kota Blitar, kemarin (4/6) para jemaah melanjutkan perjalanan ke Makkah. Mereka telah sampai di Bir Ali dan mengambil miqat. “Selanjutnya, kami melakukan perjalanan menuju Makkah untuk melakukan ibadah tawaf,” ujar ketua rombongan haji Kota Blitar, Purnomo, kepada koran ini kemarin (4/6).
Sebelumnya, jelas dia, terdapat sembilan jemaah yang tidak mengikuti Arbain di Masjid Nabawi, Madinah. Dua di antaranya sempat dirawat di rumah sakit, sedangkan lainnya tidak sanggup karena sakit dan lokasi masjid yang cukup jauh. “Saat ini kedua jemaah yang dirawat sudah kembali. Insya Allah bisa melakukan ibadah selanjutnya,” terang pria ramah ini.
Sementara itu, ada 15 jemaah lansia yang harus menggunakan kursi roda untuk melakukan ibadah tawaf di Makkah. Tim haji telah menyiapkan jasa petugas untuk mendorong jemaah tersebut saat ibadah. Sebelumnya, mereka harus menjemput dulu jemaah dari hotel. “Kemudian membantu untuk menjalankan tawaf, sai, dan tahalul,” bebernya.
Rencananya, tawaf akan dilaksanakan pada malam hari sesuai kesepakatan antarjemaah. Kemudian dilanjutkan dengan sai dan tahalul. Dilanjutkan dengan menjalankan ibadah umrah wajib.
Purnomo menyampaikan bahwa cuaca di Tanah Suci cukup panas. Suhunya mencapai 34 derajat Celsius. Suhu tersebut sudah berangsur turun dibanding sebelumnya yang sempat mencapai 42 derajat Celsius. “Suhunya terus berubah, jadi jemaah tetap harus waspada,” imbaunya.
Imbauan itu terus disampaikan kepada seluruh jemaah di tengah kondisi cuaca yang ekstrem tersebut. Sebab, suhu panas tersebut bisa mengakibatkan kondisi tubuh drop. Adapun beberapa gejala yang dirasakan di antaranya batuk, bibir pecah, dan suara serak.
Bahkan, kondisi terparah bisa mengakibatkan tenggorokan sakit hingga mengeluarkan dahak bercampur darah. Para jemaah diminta untuk mengonsumsi air mineral yang banyak. Tujuannya untuk mengantisipasi agar tenggorokan tidak kering. “Meskipun tidak haus, usahakan tetap minum air mineral,” tandasnya. (tan/c1/sub) Editor : Endah Sriwahyuni