Kemarin (6/6), Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar memperingati momen kelahiran Bung Karno itu dengan menggelar doa bersama. Yakni, brokohan yang digelar di kawasan Makam Bung Karno (MBK) dan kenduri Hari Lahir Bung Karno di Istana Gebang. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian agenda dalam menyeramakkan Bulan Bung Karno.
Kegiatan memperingati hari lahir Bung Karno itu diawali dengan brokohan, yakni selamatan atau doa bersama memperingati kelahiran. Tradisi Jawa tersebut diinisiasi oleh sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Kemudian, malam harinya digelar kenduri di rumah masa kecil Bung Karno, Istana Gebang.
Wali Kota Blitar Santoso mengungkapkan, peringatan hari kelahiran Bung Karno menjadi momen perenungan dan meneladani semangat nasionalisme dan patriotisme Bung Karno. Semangat nasionalisme harus terus digelorakan, terutama kepada generasi muda. “Kita sebagai penerus perjuangan beliau harus bisa mewarisi semangat nasionalismenya,” ungkapnya, kemarin (6/6).
Tradisi brokohan dan doa bersama tersebut menjadi sarana untuk mengharap keberkahan dari Allah SWT. Mendoakan masyarakat Kota Blitar semakin sejahtera dan senantiasa guyub rukun. “Mari kita doakan, mudah-mudahan seluruh pengabdiannya, perjuangannya terhadap nusa dan bangsa, betul-betul mendapat keberkahan dari Allah SWT,” ucap pria berkacamata ini.
Tradisi brokohan Bung Karno ini menjadi salah satu agenda rutin setiap Bulan Bung Karno. Tradisi tersebut selalu digelar di Istana Gebang yang menjadi rumah masa kecil Bung Karno. Di rumah itulah, Sang Proklamator tersebut pulang untuk sungkem kepada orang tuanya.
Brokohan yang digelar sekitar pukul 19.30 itu dihadiri seluruh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Blitar. Juga hadir para kepala OPD, camat, hingga lurah. Mereka berdoa bersama di dalam Istana Gebang yang telah menjadi ikon wisata di Kota Blitar tersebut. (sub/c1) Editor : Endah Sriwahyuni