Kasatreskrim Polres Blitar AKP M Gananta mengaku, rangkaian otopsi butuh waktu lama. Ini agar hasil identifikasi akurat. Pihaknya membiarkan tim forensik menjalankan tugas secara maksimal. Hasil tersebut akan langsung disampaikan kepada pihak keluarga. “Kami juga masih menunggu hasil dari RS Bhayangkara, tim sedang bekerja,” ujarnya.
Umumnya, kata Gananta, butuh waktu tidak sebentar untuk merilis hasil otopsi. Sebab, segala hasil penelitian membutuhkan pertanggungjawaban. Bukan hanya jasad Y, hasil otopsi pada kasus lainnya juga memakan waktu lebih dari sepekan.
Perwira dengan lambang tiga balok di pundak itu menyebut, jumlah saksi yang diperiksa juga bertambah. Yakni, mencapai belasan orang. Itu agar penyebab kematian Y menjadi terang benderang. Sebelumnya, penyidik telah memeriksa sedikitnya 10 saksi. Terdiri dari pihak keluarga hingga tetangga. “Jumlah saksi yang kami periksa bertambah. Ini kami lakukan juga sembari menunggu hasil otopsi,” imbuhnya.
Kepala Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan, Bhagas Wigasto menyebut, situasi warga desa pascapembongkaran makam tetap kondusif. Tidak ada gejolak yang muncul. Hanya, sejumlah warga sempat mempertanyakan hasil pemeriksaan terhadap tubuh pensiunan TNI/AD yang sempat bertugas di Papua itu.
“Beberapa kali warga tanya, hasilnya kapan dan bagaimana. Mungkin mereka juga ingin dapat kejelasan atau kepastian,” imbuhnya.
Berdasarkan keterangan sejumlah tetangga, kata Bhagas, Y sebelumnya mengalami riwayat sakit asam urat dan kerap membeli obat setelan di toko. Kematian Y dengan kondisi lebam pada bagian dada hingga wajah diduga ada kaitannya dengan riwayat sakit dan obat yang dikonsumsi.
Kepada Jawa Pos Radar Blitar, anak Y, Erni, yang sebelumnya mengajukan permohonan otopsi, sempat menyebutkan bahwa semasa hidup sang ayah tidak pernah mengeluhkan sakit. Praktis, tewasnya Y di dalam rumah dengan kondisi lebam itu membuatnya melayangkan surat permintaan otopsi. Dia menduga kematian sang ayah tidak wajar.
“Semoga apa yang ada di pikiran saya tidak benar. Kami keluarga tetap menunggu hasilnya,” tandasnya.
Untuk diketahui, Y sebelumnya meninggal di rumahnya pada 8 Mei lalu. Kematian Y baru diketahui warga setempat setelah mendiang pria bertubuh tegap itu tak terlihat beraktivitas selama dua hari. Warga kemudian menemukan Y sudah tewas di rumahnya. Adapun Y setiap hari tinggal bersama saudaranya yang mengidap gangguan jiwa. (luk/c1/wen) Editor : Endah Sriwahyuni