Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Keseruan Kirab Tumpeng di Sanankulon, Warga Rebutan Sayur hingga Ikan Hias

Endah Sriwahyuni • Jumat, 9 Juni 2023 | 00:12 WIB
LESTARIKAN BUDAYA: Tumpeng berisi hasil bumi yang dikirab menjadi rebutan masyarakat, kemarin (7/6). (MILA INKA DEWI/RADAR BLITAR)
LESTARIKAN BUDAYA: Tumpeng berisi hasil bumi yang dikirab menjadi rebutan masyarakat, kemarin (7/6). (MILA INKA DEWI/RADAR BLITAR)
KABUPATEN BLITAR - Tradisi kirab tumpeng hasil bumi digelar di Desa Purworejo, Kecamatan Sanankulon. Kirab tersebut menyedot antusiasme warga setempat. Mereka rela berebut berbagai jenis sayuran hingga buah-buahan sebagai wujud rasa syukur karena telah diberi keberkahan panen melimpah dari Tuhan.

Terik matahari yang panas tak membuat semangat warga Desa Purworejo luntur. Mereka begitu antusias menyaksikan kirab budaya dalam rangka bersih desa setempat. Kirab itu berupa kirab tumpeng hasil bumi hingga pertunjukan kesenian tari barongan.

Kirab yang dimulai sekitar pukul 13.00 itu berangkat dari lapangan Desa Purworejo dan finis di kantor desa. Sejak pukul 12.00, masyarakat sudah terlihat berjubel di sepanjang jalan yang menjadi rute kirab. Mereka tak sabar menunggu pasukan pengirab tumpeng hasil bumi melintas di jalan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kirab tumpeng hasil bumi telah menjadi agenda rutin desa setempat. Kirab itu sebagai upaya untuk melestarikan tradisi leluhur di desa tersebut. Biasanya, tumpeng berisi hasil bumi tersebut jadi sasaran rebutan warga.

Bukan sekadar orang dewasa, melainkan juga anak-anak. Belum sampai finis, tumpeng setinggi 3 meter yang digotong itu sudah menjadi rebutan warga. Mereka sudah berjejer di sepanjang jalan untuk bisa mendapatkan berbagai hasil bumi tersebut. Meski begitu, pasukan kirab tetap melanjutkan iring-iringan hingga finis.

Sesampainya di titik finis, tumpeng hasil bumi itu langsung diletakkan sejajar di halaman kantor Desa. Total ada enam tumpeng yang dikirab. Prosesi doa bersama pun dimulai. Dipimpin langsung oleh tokoh agama setempat. Barulah warga dibolehkan untuk mengambil buah, sayuran, hingga hasil bumi lainnya di tumpeng tersebut.

Para warga meyakini bahwa dengan mengikuti acara kirab budaya tersebut bisa membawa berkah. Sebab, hasil bumi tersebut telah didoakan. “Alhamdulillah, tadi ikut berebut dapat terong dan wortel. Semoga rezeki lancar dan usaha lancar,” ungkap Marfuah, salah satu warga desa setempat, kepada koran ini kemarin.

Selain orang dewasa, juga ada anak-anak yang berebut ikan hias yang dibungkus plastik. Ikan itu diletakkan di bawah bersama dengan tumpeng hasil bumi. “Ini buat koleksi. Soalnya di rumah juga punya ikan. Mau ambil dua tapi habis,” ungkap warga lainnya, Rio Ramadhan.

Menurut Kepala Desa Purworejo, Kalingga Purnomo, kirab budaya dan festival tumpeng itu sebagai wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta atas hasil bumi di Desa Purworejo. Tradisi semacam ini harus tetap dilestarikan. ”Ya, sebagai warisan budaya, kami harus selalu melestarikan. Hal ini sebagai bentuk rasa syukur dan simbol kerukunan seluruh warga,” tuturnya.

Selain kirab tumpeng hasil bumi, juga terdapat arak-arak kesenian yaitu gamelan dan nyinden yang menjadi ikon desa. Dengan memberdayakan pemuda desa, mereka diharapkan bisa mengenalkan dan membantu melestarikan budaya, terutama adat Jawa. (*/c1/sub) Editor : Endah Sriwahyuni
#kirab tumpeng sayur #hasil bumi #tradisi kirab tumpeng #keberkahan panen #sanankulon blitar