Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

RPH Dimoro Sumbang Rp 20 Juta Sebulan dari Retribusi Pemotongan Unggas

Doni Setiawan • Selasa, 20 Juni 2023 | 19:30 WIB

AMIS: Sejumlah petugas RPH Dimoro sedang melayani pemotongan hewan kemarin (17/6). 
AMIS: Sejumlah petugas RPH Dimoro sedang melayani pemotongan hewan kemarin (17/6). 
 

KOTA BLITAR - Unggas menjadi hewan terbanyak di rumah potong hewan (RPH). Penyembelihan unggas sebanyak 20-25 ribu per bulan.

Pantauan di lapangan, alat di ruang penyembelihan unggas masih berserakan. Mulai dari lokal sembelih hingga pemotongan daging. Maklum, proses penyembelihan baru selesai dilakukan. Berdasarkan informasi, penyembelihan unggas dilakukan tiap pagi hari.

Kepala UPTD RPH Dimoro, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, Faiqurrohman membenarkan hal tersebut. Dalam sekali potong bisa mencapai ribuan unggas. Kemudian, pemotongan unggas dilakukan 2-3 kali dalam seminggu. “Biasanya tiap kali potong sekitar 2.000-3.000 ekor,” ujar pria ramah ini.

Fai -sapaannya- menyebutkan, unggas yang paling banyak adalah jenis ayam. Dalam sebulan, dia bisa melakukan penyembelihan 20-25 ribu ekor unggas. Selain ayam, ada unggas jenis lain seperti bebek, angsa, dan lainnya. Akan tetapi, jumlah kuantitasnya tidak banyak. “Kalau selain ayam hanya 70-100 ekor,” paparnya.

Dia mengatakan, penyembelihan ayam terbanyak itu wajar. Sebab, Blitar Raya menjadi salah satu produsen daging ayam. Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan beberapa perusahaan di Blitar Raya sehingga tak heran jika jumlah ayam cukup banyak. “Biasanya setelah dari sini daging ayam dikirim ke luar kota seperti Kediri, Tulungagung, Malang, hingga Surabaya,” paparnya.

Ditanya mengenai retribusi, dia menyebutkan hanya seribu rupiah per ekor. Tentunya, hal tersebut dapat menjadi daya tarik masyarakat untuk menyembelih di RPH. “Harapannya dengan retribusi ringan, masyarakat menggunakan jasa kami,” harapnya.

Lanjut dia, hingga saat ini dia lebih memasifkan sosialisasi kepada masyarakat. Utamanya ke kelurahan maupun ke peternak secara langsung. Selain itu, dia juga memastikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pihaknya mengimbau agar seluruh masyarakat tidak lagi melakukan penyembelihan sendiri. “Alhamdulillah kalau di Kota Blitar sudah banyak yang ke sini, sebab RPH kami sudah bersertifikasi halal,” imbuhnya.

Fai menambahkan, pihaknya tidak menarik bukti surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) sebelum hewan disembelih. Dia hanya memastikan kondisi hewan sehat. Alasannya, hewan hanya berasal dari lokal. “Kalau yang dikirim ke luar provinsi, kami mengimbau untuk menyiapkan SKKH,” tandasnya. (tan/c1/hai)

Editor : Doni Setiawan
#pasar dimoro kota blitar #rumah potong hewan #retribusi pemotongan unggas