Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pembangunan Pasar Selopuro Mandeg, Ini Alasannya

Agus Muhaimin • Rabu, 19 Juli 2023 | 01:00 WIB
TINGGAL PUING: Sejumlah pengendara melintas di samping bangunan Pasar Selopuro lama. Sarana perdagangan tersebut dalam proses perbaikan.
TINGGAL PUING: Sejumlah pengendara melintas di samping bangunan Pasar Selopuro lama. Sarana perdagangan tersebut dalam proses perbaikan.

KABUPATEN BLITAR - Para pedagang Pasar Selopuro tampaknya harus memendam sabar lebih lama untuk menggunakan fasilitas anyar. Betapa tidak, bangunan pasar yang dibongkar awal Juli lalu tiba tiba berhenti.

Informasi yang berhasil dihimpun, sebagian bangunan Pasar Selopuro memang tidak digunakan. Kios di sisi barat itu, rencananya akan diperbaiki. Itu dimulai dengan pembongkaran yang dilakukan pada 4 Juli lalu. Rencannya, bangunan dengan luas 10 meter x 7 meter itu akan diubah menjadi rumah toko (ruko).

“Sementara ini pembongkaran sudah sampai bagian atap. Sedangkan untuk temboknya belum diketahui kapan pastinya akan dibongkar,” ucap seorang pedagang Pasar Selopuro, Titin.

Pedagang baju ini mengungkapkan, pasar selopuro menjadi jujugan masyarakat sekitar karena memang cukup lengkap. Tidak hanya kebutuhan dapur, perlengkapan rumah tangga hingga sekolah juga tersedia di pasar ini. “Saya tidak tahu siapa yang akan membangun ruko tersebut. Apakah dari dinas ataupun dari pemerintah desa,” terangnya.

Yang jelas, kata dia, aktivitas perbaikan pasar kini berhenti. Warga asli Desa Selopuro ini juga tidak mengetahui alasan pasti berhentinya proses pembangunan pasar tradisional tersebut. Begitu juga kapan pembangunan ruko baru tersebut akan kembali dilaksanakan juga tidak diketahui. “Mudah-mudahan saja segera dilanjutkan sehingga pasar yang baru itu bisa segera dimanfaatkan,” terangnya.

Sepengetahuan dia, pembongkaran ini dilakukan karena bangunan lama tersebut tidak sejajar dengan bangunan lain. “Posisi bangunan yang dibongkar tersebut memang lebih menjorok ke atas,” imbuhnya.

Pihaknya berharap bangunan baru pasar tersebut segera diselesaikan supaya banyak orang yang akan datang berkunjung ke pasar.

Di lokasi yang sama, seorang pengunjuang pasar Selopuro, lailatul Izzati mengatakan, seharusnya Pasar Selopuro tersebut bisa menjadi tempat jujugan favorit masyarakat. Dengan catatan, pembenahan pasar segera terselesaiakan sehingga ada tempat baru yang akan menjadi daya tarik para pembeli.

Selain itu dengan adanya bangunan baru pasti menambah kecantikan pasar tradisional tersebut. “Ya harus segera diselesaikan. Kalau dibiarkan seperti itu tentu memicu pemandangan kumuh,” tandasnya. (mg2/hai)

Editor : Doni Setiawan
#pembangunan pasar #pasar #Pasar Selopuro