KABUPATEN BLITAR - Para petani nanas tampaknya sedang semringah. Betapa tidak, harga buah dengan nama latin Ananas Comosus ini naik sekitar 50 persen dari biasanya. Diduga hal ini karena permintaan tidak sebanding dengan stok barang.
Informasi yang berhasil dihimpun, stok nanas di Pasar Patok, di Kecamatan Ponggok tidak banyak dalam beberapa minggu terakhir. Tak pelak, hal tersebut berdampak pada kenaikan harga buah tersebut.
Saat ini, harga nanas dipasaran mencapai sekitar Rp 20 ribu per 3 buah. Itu jauh lebih mahal, jika dibandingkan harga normal, yakni sekitar Rp 4 ribu per buah.
“Kenaikan harga tersebut terjadi sejak awal bulan Juli, dan rata-rata kenaikan berkisar Rp 1-2 ribu untuk setiap nanas yang dijual,” ujar seorang pedagang, Sutiah, kemarin (18/7).
Dia mengungkapkan, kenaikan harga ini diakibatkan oleh produksi petani nanas pada bulan ini sangat berkurang. Tak pelak harga nanas yang berada di pasar melambung naik tinggi. “Kemungkinan penurunan stok nanas ini di akibatkan oleh petani yang gulung tikar beberapa bulan lalu. Sehingga stok barang di pasar pada bulan ini menjadi berkurang,” ungkapnya.
Walaupun harga nanas mahal, peminat buah dengan rasa asam manis ini masih cukup tinggi. Dalam seminggu, wanita 61 tahun tersebut mengaku bisa menjual sekitar 400 buah nanas dengan hanya berdagang di depan pasar.
Kenaikan harga buah nanas tersebut tidak berpengaruh terhadap banyaknya orang yang membeli buah nanas. Sehingga pedagang masih merasa aman. “Jika sampai harga nanas tinggi dan peminat sepi maka pedagang bisa gulung tikar dengan cepat,” imbuhnya.
Sutiah tidak tahu sampai kapan harga nanas terus tinggi. Di sisi lain, harga tinggi atau rendah nanas tidak berpengaruh terhadap keuntungan pedagang nanas. Sebab, para pedagang juga mendapatkan harga yang tinggi sejak daripetani. “Keuntungan dalam penjualan nanas saat harga mahal atau murah hanya kisaran Rp 1 ribu per buah,” tambahnya.
Pembeli nanas asal ponggok, Fatwa Indah Sari mengatakan, nanas menjadi salah satu bahan baku untuk usaha. Untuk itu, kenaikan harga nanas secara tidak langsung juga berdampak pada harga barang jualan yang menggunakan buah tersebut sebagai bahan baku. “Kalau harga bahan bakunya mahal jelas harga jual produk semakin mahal. Kalau mau tetap harganya, takaran sedikit dikurangi. Kalau ukurannya tetap keuntungannya tentu semakin menipis,” ucapnya. (mg2/hai)
Editor : Doni Setiawan