Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Bahaya, Tiang Pembatas Jembatan KA di Srengat Reot, Begini Tanggapan Warga

M. Subchan Abdullah • Jumat, 21 Juli 2023 | 05:00 WIB

KUDU HATI-HATI: Kondisi palang besi pembatas jembatan KA sudah waktunya diperbaiki.
KUDU HATI-HATI: Kondisi palang besi pembatas jembatan KA sudah waktunya diperbaiki.
 

KABUPATEN BLITAR - Kondisi palang pembatas jembatan perlintasan kereta api (KA) yang terletak di Desa Selokajang, Kecamatan Srengat cukup memprihatinkan. Bagaimana tidak, kondisi terkesan tak terawatt sehingga menambah kesan suram pada jembatan yang melintang di atas jalan umum desa tersebut.

Berdasarkan pantauan koran ini, terowongan tersebut memang terlihat lama tidak ada perawatan. Beberapa lumut tampak menghiasi tembok. Ditambah rumput-rumput liar disekitarnya. Yang lebih parah adalah kondisi palang besi yang terlihat sudah reot dan berkarat.

Terlihat palang besi yang bengkok dan menukik ke bawah. Tak hanya di sisi Barat, kondisi tersebut juga sama di sisi Timur. Hal tersebut tentu saja kurang elok dipandang mata. “Iya memang sudah lama dibiarkan seperti itu,” ungkap warga sekitar Muhadi, kemarin (19/7).

Kondisi tersebut tentu saja bisa membahayakan pengendara. Apalagi jalan tersebut ramai dilalui kendaraan. Tak hanya mobil dan sepeda motor tetapi juga truk pengangkut pasir. “Kemarin ada mobil box yang nyangkut di sini. Harusnya bisa lewat, tapi karena sisi Barat bengkok jadi agak tersangkut,” ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut sudah terjadi beberapa kali. Sehingga, mobil yang melintas harus berhati-hati. Apalagi jika membawa muatan yang cukup tinggi. Padahal, beberapa kali dia pernah melihat petugas tampak memperbaiki kondisi rel kereta. Namun, kondisi palang besi yang reot terkesan diabaikan.

Warga lain, Aminudin mengungkapkan, ketika sore banyak anak-anak muda nongkrong di sekitar jembatan tersebut. Seringkali mereka juga melakukan balap motor. Hal itu tentu bisa mengganggu keselamatan pengendara lain sehingga harus berhati-hati ketika melintas. “Menjelang magrib malah ramai yang ngumpul. Biasanya habis adzan baru bubar,” ungkapnya.

Seharusnya, pihak yang berwenang segera memperbaiki jembatan tersebut. Apalagi, jalan tersebut ramai dilalui pengendara karena merupakan jalan alternatif menuju wilayah Kota. (mg1/sub)

Editor : Doni Setiawan
#palang kereta api #kereta api #Pembatas Jembatan