KOTA BLITAR – Sebagian pedagang loak telah berpindah ke lokasi anyar pasar loak di bekas pasar burung Dimoro per 15 Juli. Pemerintah Kota (pemkot) Blitar memang merelokasi pedagang loak yang sebelumnya menempati sisi utara Pasar Templek.
Namun, belum semua pedagang pindah ke bangunan pasar baru tersebut. Sebab, sebagian pedagang masih menata lapak beserta barang dagangannya. Pantauan Jawa Pos Radar Blitar di lokasi, kemarin (20/7), terdapat tiga baris bangunan kios yang disiapkan oleh pemkot untuk pedagang loak.
Kios yang berada paling depan telah ditempati. Kios tersebut diisi oleh beberapa pedagang loak yang menjual onderdil sepeda motor bekas. Sebagian pedagang sudah menata rapi barang dagangannya di kios. Pasar baru itu sudah ramai dikunjungi, meskipun belum resmi dibuka. “Ya, masih banyak pedagang yang belum pindah dan membuka kiosnya. Mereka proses pemindahan, ada yang sedang membuat rak, etalase dan memasang aksesoris kios,” Ketua Paguyuban Pasar Loak Sumadi, kemarin.
Sebenarnya, lanjut Sumadi, proses pemindahan barang pedagang loak sudah sejak 15 Juli lalu. Namun, berhubung sebagian pedagang masih proses pembuatan rak dan pemindahan barang-barang, sehingga belum bisa diresmikan. Dia masih menunggu informasi dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian(Disperdagin) terkait waktu peresmian.
Menurut dia, disperdagin masih merancang waktu yang tepat untuk peresmian. Pasalnya, saat ini masih bulan suro dan banyak pedagang yang melakukan pembenahan di kiosnya. “Kemungkinan sebulan lagi diresmikan. Peresmiannya menunggu kesiapan dari para pedagang dalam menyambut pembeli yang datang. Biasanya nanti ada selamatan dengan mengundang tokoh masyarakat setempat dan instansi terkait,” terangnya.
Sedikitnya ada 15 pedagang loak yang sudah pindah di Pasar Dimoro. Total ada 88 pedagang loak yang direlokasi. Sebagian besar bangunan lapak di Pasar Templek sudah dibongkar dan sebagian lain belum. Meski begitu, pedagang memohon ada fasilitas musalah untuk beribadah di pasar baru.
Musala, jelas Sumadi, dibutuhkan pedagang muslim untuk beribadah. Dengan begitu, pedagang tidak perlu beribadah jauh dari kios. Selain itu, mereka juga meminta agar ada jarak antara pedagang loak dengan pedagang unggas. “Semoga pasar baru ini lebih baik daripada di pasar lama. Sebab, di Pasar Templek akses jalannya sempit. Tidak seluas di pasar dimoro. Di tempat baru dapat diakses dari berbagai arah. Tempat parkir juga luas dan bisa lebih nyaman,” katanya.
Di tempat terpisah, Kabid Pasar Disperdagin Kota Blitar Joko Purnomo mengatakan, pada 11 Juli telah mengirimkan surat pemindahan pedagang loak ke Pasar Dimoro. Jauh sebelumnya, disperdagin sudah sosialisasi terkait rencana pemindahan tersebut. ”Kami belum tahu waktu peresmian. Saya segera komunikasikan dengan pimpinan,” pungkasnya. (jar/sub)
Editor : Doni Setiawan