KOTA BLITAR - Sejumlah program pelatihan pencegahan atau mitigasi bencana terus dioptimalkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Blitar. BPBD masif menggelar sosialisasi mitigasi bencana yang menyasar para anggota kelurahan tangguh bencana (keltana) di masing-masing kelurahan.
Saat ini, sejumlah 21 kelurahan di Kota Blitar telah terbentuk keltana. Pembentukan keltana tersebut sebagai upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dalam mencegah maupun menghadapi suatu bencana di wilayahnya. Melalui keltana, masyarakat khususnya anggota keltana dilatih untuk memitigasi bencana alam seperti banjir, gempa bumi, angin kencang, maupun kebakaran.
Kepala BPBD Kota Blitar Agus Suherli mengatakan terus meningkatkan kemampuan anggota keltana dalam mitigasi bencana di wilayah. Salah satunya dengan menggelar sosialisasi sekaligus pelatihan mitigasi secara bertahap. “Ini penting agar pencegahan serta penanggulangan suatu bencana di wilayah berjalan maksimal,” jelasnya.
Selain itu, BPBD Kota Blitar juga sosialisasi mitigasi bencana di sejumlah sekolah. Salah satunya, sekolah luas biasa (SLB) tingkat sekolah dasar (SD). Tujuannya melatih dan mengedukasi anak sejak dini terkait mitigasi bencana.
Sosialisasi tentang mitigasi bencana juga ditujukan kepada penyandang disabilitas beserta para pekerja sosial masyarakat (PSM) dan tenaga kesejahteraan sosial kemasyarakatan (TKSK). Sosialisasi itu diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan peserta ketika menghadapi suatu bencana di wilayahnya masing-masing. Di samping itu, juga untuk mewujudkan penanggulangan bencana yang bersifat inklusif. “Sehingga seluruh lini akan mulai memperhatikan rekan-rekan dengan kebutuhan khusus,” terangnya.
Nah, untuk meningkatkan kemampuan personel dalam penanggulangan bencana, BPBD Kota Blitar mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) search and rescue (SAR) di Trenggalek pada akhir Mei lalu. Diklat yang digelar selama tiga hari itu diikuti tim unit reaksi cepat (URC) BPBD Kota Blitar, pemadam kebakaran, urban SAR, vertical rescue, PMI, dan Tagana. Selama diklat tersebut, peserta diajari dan dilatih cara pencegahan sekaligus penanggulangan bencana yang tepat.
Tak sekadar fokus dalam penanggulangan bencana, BPBD juga siap siaga melakukan penyelematan terhadap hewan dan masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Beberapa waktu lalu, BPBD berhasil mengevakuasi anjing yang tercebur di sumur. Namun, kondisi anjing tersebut sudah mati. Kemudian, mengevakuasi jenazah lansia yang tercemplung sumur. (sub/c1)
Editor : Doni Setiawan