Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Layangan Putus, Aliran Listrik di Blitar Mampus

Doni Setiawan • Senin, 24 Juli 2023 | 23:10 WIB

BERBAHAYA: Petugas PLN menunjukkan layangan gapangan yang putus dan tersangkut di jaringan kabel listrik beberapa hari lalu.
BERBAHAYA: Petugas PLN menunjukkan layangan gapangan yang putus dan tersangkut di jaringan kabel listrik beberapa hari lalu.
 

KOTA BLITAR - Layang-layang menjadi permainan musiman. Biasanya, layangan dimainkan saat musim kemarau oleh anak-anak hingga orang dewasa. Namun, permainan tersebut bisa merugikan orang lain apabila dimainkan di tempat yang dekat dengan jaringan listrik.

Dampaknya, layang-layang bisa tersangkut kabel jaringan listrik hingga mengakibatkan listrik padam. Berdasarkan data dari PLN Biltar, hingga pertengahan Juli ini sudah ada empat kasus layangan putus yang tersangkut di jaringan kabel milik PLN di wilayah Blitar. Akibatnya, aliran listrik padam.

Seperti yang terjadi di 4 wilayah di Blitar, yakni Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, wilayah Makam Bung Karno, Desa Karangrejo, Kecamatan Garum dan Kelurahan Kepanjenlor, Kota Blitar. “Semua kami dapatkan dari laporan masyarakat. Penyebabnya layang-layang putus,” ungkap Manager PLN UPJ Blitar, Sukardi, kemarin (21/7).

Di Desa Penataran, jelas dia, layangan putus milik warga tersangkut di kabel jaringan PLN menimbulkan percikan api. Sehingga, aliran listrik padam untuk sementara. Sedangkan di Kelurahan Kepanjenlor, benang layangan tersangkut di jaringan kabel hingga melintang di jalan.

Akibatnya, benang tersebut terseret mobil pengendara yang melintas. “Untungnya, terseret mobil dan bukan sepeda motor. Kalau motor si pengendara bisa saja terjatuh. Tapi, pada dasarnya semua berbahaya,” jelasnya.

Oleh karena itu, dia meminta kepada masyarakat khususnya penggemar layangan untuk lebih waspada saat menerbangkan layangan. Jangan sampai benang layangan mengenai kabel listrik. Hal itu bisa mengakibatkan percikan api dan membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Masyarakat harus menerbangkan layangan di tanah lapang.

Selain itu, penggemar layangan juga harus memperhatikan waktu penerbangan. Jangan sampai layangan “dipanjer” hingga malam hari. Hal itu tentu beresiko terkena kabel listrik jika tiba-tiba layangan putus atau mendarat. (mg1/sub)

 

Editor : Doni Setiawan
#aliran listrik #Layangan Nyangkut #pln