Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Permintaan Tinggi, Harga Kembang Nyekar di Blitar Naik

Agus Muhaimin • Selasa, 25 Juli 2023 | 16:27 WIB
Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi

KABUPATEN BLITAR - Suroan dikenal sebagai bulan yang sakral. Berbagai macam ritual atau tradisi dilakukan di bulan ini. Bunga atau kembang menjadi salah satu kompenen yang dibutuhkan dalam ritual tradisi tersebut. Tak urung, hal itu membuat para pedagang kembang nyekar ketiban berkah karena permintaan yang meningkat.

Seperti diungkapkan salah satu penjual kembang nyekar Jarianik yang mangkal di wilayah Pasar Srengat. Permintaan mulai meningkat ketika malam satu suro, bahkan hingga saat ini. Itu tidak lain karena bulan Suro dianggap sakral bagi sebagian masyarakat Jawa sehingga banyak yang melakukan ritual. Mulai mencuci pusaka atau ritual untuk mengasah ilmu kanuragan lainnya.

Perempuan berhijab itu mengaku mampu memperoleh pendapatan bersih sekitar Rp. 500 ribu dalam sehari. “Ketika Suroan pembeli bunga rata-rata minta diracikkan kembang setaman, telon, sengkolo, dan kerah macan. Sedangkan pada hari biasa rata-rata pembeli hanya minta diracikkan bunga untuk nyekar saja,” ungkapnya.

Dia mengatakan, bunga sengkolo dipakai untuk ritual tolak balak. Isinya terdiri dari kembang gading dan kembang kenanga yang ditusuk-tusuk. Sedangkan Bunga Macan Kerah biasanya dipakai untuk ritual meredam masalah. Terdiri dari kembang macan kerah, kembang boreh dan kembang bumbon.

Sementara untuk bunga setaman biasanya dipakai untuk ritual keselamatan dan menyucikan diri. Terdiri dari 7 macam kembang setaman. Diantaranya bunga melati dan bunga mawar. Racikan kembang telon biasanya dipakai untuk mencuci pusaka. Terdiri dari kembang gading, kenanga dan mawar.

Meningkatnya permintaan, membuat harga bunga naik dari hari biasanya. Yang semula harga tiap racikan dijual seharga Rp 8 ribu naik menjadi Rp 10.000. Sedangkan harga kembang nyekar tetap di harga Rp. 8000. “Ya alhamdulillah banyak pembeli karena bulan Suro. Ini rejekinya penjual bunga,” tandasnya.

Sementara salah satu pembeli, Ayu Ningsih mengaku membeli kembang setaman untuk diletakkan di sudut rumah. Tujuannya untuk meminta perlindungan dan keselamatan. “Sudah tradisi waktu suro, karena mbah saya masih kental tradisi Jawa,” tandasnya. (mg1/hai)

Editor : Doni Setiawan
#bulan Suro #bunga #sakral #kembang