KABUPATEN BLITAR - Kondisi wisata Taman Jati Park di Dusun Pagak, Desa Plumbangan, Kecamatan Doko, kian memprihatinkan. Sejumlah fasilitas di destinasi wisata tersebut banyak rusak. Tak pelak membuat pengunjung sepi.
Berdasarkan pantauan Koran ini, kerusakan fasilitas di wisata alam ini parah. Mulai dari pagar jalan, fasilitas mandi cuci kakus (MCK) hingga kios yang mangkrak sehingga tidak ada aktivitas usaha.
“Tempat wisatanya kamuh, dulunya memiliki banyak wahana seperti out bond, tempat perkemahan, dan motor cross kecil, namun sekarang sudah tidak ada karena tidak terawat,” ucap salah satu pengunjung, Sulton, kemarin (23/7).
Dia menyayangkan, kondisi wisata tersebut. Sebab, dulunya wisata Jati Park sangat eksis, sekarang hanya tinggal puing-puing saja. “Saya pikir bagus dan masih ramai, ternyata sekarang sepi dan tidak terawat,” terang warga asal Kabupaten Tulungagung tersebut.
Saat berkunjung ke lokasi ini, kondisi MCK tidak ada air, sampah-sampah dari daun jati bertumpuk. Ruko-ruko yang gentengnya jebol akibat rapuh dan tertimpa tumpukan dedaunan jati.
Ruko yang berjajar di dalam wisata tidak digunakan sejak 2019. Awalnya ruko itu difungsikan warga sekitar untuk berjualan makanan ringan. Namun gegara virus Covid-19 para pedagang menutup rukonya. “Waktu korona kan ada instruksi dari pemerintah tentang larangan untuk keluar dari rumah. Makanya usaha di lokasi wisata juga berhenti,” jelasnya.
Kondisi juga diketahui para petugas wisata Jati Park. Para pengelolah wisata masih pada Rabu (19/7) berundingan untuk memperbaiki wisata. “Belum Nampak hasilnya untuk saat ini,” ucap ketua kelompok Pokdarwis Jati Park, Rikma Rahman, kemarin (23/7).
Dia mengungkapkan, kondisi ini sudah terjadi sejak wabah atau pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu. Pengelola mengeluarkan kebijakan untuk menutup area yang memicu kerumunan, tak terkecuali wisata Jati Park. “Sebelum ada korona pengunjung sangat ramai bahkan mencapai 1.000 pengunjung dalam satu minggu,” katanya.
Kini, wisata alam tersebut hanya menjadi jujugan warga sekitar yang ingin mencari rumput untuk pakan ternak mereka. Biasanya mereka mencari rumput di tempat wisata karena banyaknya rumput liar yang tumbuh di atas tanah wisata.
Dia mengaku, akan segera melakukan perbaikan fasilitas wisata. Hanya saja, tidak semua fasilitas dapat diperbaiki. “Untuk Minggu nanti berupa penataan ulang pagar, sedangkan kelanjutan renovasi yang lain belum diketahui kepastianya karena menunggu dana yang masuk,” jelasnya. (mg2/hai)
Editor : Doni Setiawan