KOTA BLITAR - Area olahraga di Sport Center Kecamatan Kepanjenkidul belum sepenuhnya membuat nyaman pengunjung. Indikasinya, salah satu fasilitas olahraga rusak yakni lapangan basket.
Kerusakan itu terjadi pada lantai lapangan basket dan cat sudah pudar. Karena itu, lapangan butuh direnovasi lantaran kondisinya tak lagi bagus. Seorang pengunjung Fransiska Ratna mengeluhkan kondisi lapangan basket tersebut. “Garis pembatasnya sudah hilang, jadi ya harus dicat ulang karena juga kusam. Apalagi, lapangan basket ini selalu digunakan. Banyak yang main di sini,” ujarnya kemarin (23/7).
Sejatinya, kata dia, sport center memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Namun tetap membutuhkan perbaikan. Misalnya, lapangan basket yang notabene menjadi magnet bagi pelajar maupun kaum muda.
Pengunjung lainnya, Bagus Akbar juga menuturkan hal yang sama seputar kondisi lapangan basket yang sudah tidak layak. Selain cat yang pudar, lanjut dia, permukaan lantai yang bergelombang turut memengaruhi pergerakan bola. Untuk itu harus segera dilakukan renovasi. “Kan juga sebagai layanan kepada masyarakat. Kalau diperbaiki, pasti akan semakin banyak yang suka dengan area ini,” tambah warga Kecamatan Srengat itu.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar Aminurcholis membenarkan bahwa kondisi lapangan basket rusak parah sehingga wajar jika dikeluhkan oleh pengunjung. Kerusakan itu terjadi pada struktur lantai dan menghambat laju bola.
Dia berencana merevonasi lapangan tersebut. Misalnya, memperkuat pengecoran dengan material lebih berkualitas. Setelah kering akan dicat menggunakan cat khusus agar permukaan tidak mudah pudar dan licin. Begitu juga penggantian dua buah ring basket. “Total anggarannya itu sekira Rp 189 juta. Sudah kami bongkar lapangannya dan selesai perencanaan. Akhir Agustus kami kerjakan,” tuturnya.
Cholis menyebut tak bisa melakukan rehabilitasi secara keseluruhan karena keterbatasan anggaran. Selain itu, fasilitas yang masuk kategori rusak dan mendesak untuk dilakukan renovasi hanya lapangan basket, sedangkan fasilitas lainnya masih layak. “Karena volume penggunaan lapangan basket itu cukup sering sehingga secepatnya dibenahi. Target rampung September atau Oktober,” tandasnya.(luk/c1/sub)
Editor : Doni Setiawan