KOTA BLITAR - Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Pecut Kota Blitar untuk sementara waktu tak bisa diakses khalayak umum. Hal itu membuat sejumlah pengunjung penasaran karena sudah cukup lama taman tersebut tidak dibuka.
Pantauan di lapangan, pagar pintu masuk taman dengan ikon patung tangan menggenggam pecut itu ditutup. Di salah satu sisi pagar juga tertulis taman sedang ditutup tanpa ada keterangan lebih detail. Hanya, tampak sejumlah petugas kebersihan yang tetap merawat area taman tersebut. “Sepertinya lagi ada perbaikan. Sudah lama, saya parkir di sini sekitar satu tahunan belum buka lagi,” ujar salah seorang petugas parkir yang enggan menyebut namanya.
Seorang pengunjung, Dian Ayu, warga Kelurahan Tanggung, Kecamatan Kepanjenkidul juga mengungkap hal yang sama. Keinginannya untuk menikmati struktur bangunan indah di taman pecut itu belum bisa terwujud lantaran taman yang sedang ditutup. “Sejak bulan-bulan lalu pengen masuk, tapi ditutup. Orang-orang di sini juga bilangnya kayaknya masih ada perbaikan begitu,” tuturnya.
Praktis, dia pun hanya bisa duduk di kursi sisi luar pagar. Menurutnya, lokasi tersebut harus segera diperbaiki lantaran menjadi primadona pengunjung. Terlebih tempatnya yang strategis, lanjut dia, sangat sayang jika tidak kembali dibuka untuk umum. “Eman ya, padahal bagus. Dulu juga kalau malam kan ada pertunjukan air mancur di sini. Mungkin ditutup untuk pembenahan dulu,” lanjut perempuan 27 tahun itu.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar Jajuk Indihartati membenarkan hal itu. Menurutnya, taman itu memang masih dalam tahap perbaikan pada saluran instalasi air mancur. Pembenahan itu tak lain untuk menyuguhkan penampilan air mancur yang dulu selalu tersaji setiap malam akhir pekan.
Disinggung terkait target penyelesaian dan berapa anggaran yang digelontorkan, Jajuk urung memaparkannya. Hanya, pihaknya memastikan bahwa saat ini tengah pembenahan dan segera rampung. “Benar, yang akan dilakukan adalah perbaikan pada instalasi air mancur. Karena air mancur itu salah satu yang dinanti-nantikan pengunjung,” tandasnya. (luk/sub)
Editor : Doni Setiawan