Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Melihat Tradisi Unik Masyarakat Desa Kemloko Rayakan Ultah ke-168

Agus Muhaimin • Sabtu, 29 Juli 2023 | 00:00 WIB
PERDANA: Warga Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, berebut tumpeng hasil bumi saat kirab budaya di lapangan desa.
PERDANA: Warga Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, berebut tumpeng hasil bumi saat kirab budaya di lapangan desa.

KABUPATEN BLITAR - Bersih desa menjadi tren di masyarakat saat ini, begitu juga di Desa Kemloko, Kecamatan Nglekok. Kegiatan tersebut sebagai potret kerukunan warga sekaligus wujud syukur dan berdoa untuk para leluhurnya.

KEMARIN (26/7), Nurul Danu dan ratusan atau bahkan ribuan warga Desa Kemloko memadati lapangan desa setempat. Mereka menunggu gunungan tumpeng berisi hasil bumi yang masih diarak dari kantor Desa Kemloko menuju lapangan tersebut.

Bercengkerama dengan tetangga menjadi pemandangan pagi itu. Mereka tampak rukun dan kompak. Terlebih, setelan atau kostum mereka seirama. Yakni mengenakan pakaian adat khas Jawa.

Sejurus berikutnya, suasana tenang dan damai itu berubah. Rombongan yang membawa tumpeng hasil bumi telah tiba. Mereka semburat setelah melihat gunungan raksasa yang dipanggul oleh beberapa warga.

Tak peduli tua, muda, dewasa, atau anak-anak, mereka berebut sayur dan buah yang dibentuk gunungan tersebut. “Berharap berkah dari Bersih Desa Kemloko. Nanti sayurannya dimasak,” ucap Nurul yang berhasil mambawa seikat sayur hasil berebutan.

Ya, kirab budaya dalam rangkaian bersih desa di Desa Kemloko ini perdana digelar. Diiringi kesenian Reog Bulkiyo dan Reog Sawunggaling, dua tumpeng raksasa berisi hasil bumi itu dikirab menuju lapangan Desa Kemloko.

Dalam kirab ini, panji desa dan foto kepala desa dari tahun ke tahunnya juga ikut dibawa. Di lapangan desa ini pula digelar kenduri bersama sebagai bentuk syukur atas nikmat yang selama ini diterima masyarakat dari Sang Pencipta.

“Kirab budaya ini memang baru pertama kali. Ini dilakukan juga atas usulan dan antusiasme masyarakat,” ucap Kepala Desa Kemloko, Miftakul Choiri.

Nantinya, kegiatan budaya ini akan dijadikan agenda tahunan. Artinya, bakal ada kenduri massal dan perebutan tumpeng hasil bumi di lapangan Desa Kemloko tiap tahunnya.

Hasil bumi tersebut murni produk petani Desa Kemloko. Dengan kata lain, bukan dari hasil belanja di pasar, melainkan panenan warga. Sebab, inti dari kirab budaya ini adalah untuk bermunajah agar hasil bumi mereka lebih baik dari tahun sebelumnya.

”Kirab tumpeng ini sebagai gambaran bahwa hasil bumi di Desa Kemloko ini cukup banyak. Karena Desa Kemloko merupakan desa agraris yang wilayahnya sangat subur,” imbuhnya. Tidak hanya tradisi atau kegiatan budaya, sebelum kirab, warga desa juga mengisi rangkaian hari ulang tahun desa tersebut dengan berbagai kegiatan keagamaan. Misalnya, ruwatan santri, Khotmil Quran, istighotsah, dan ziarah ke makam para lelulur. Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan pergelaran wayang kutit. (hai/c1)

Editor : Doni Setiawan
#rayakan ultah #bersih desa #tradisi