KOTA BLITAR - Tahun ini jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kota Blitar akan meningkat. Sebab, sejumlah negara tujuan PMI seperti Hongkong dan Taiwan sudah membuka kembali penempatan untuk pekerja migran pascapandemi.
Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kota Blitar memperkirakan jumlah PMI asal Kota Blitar yang berangkat ke luar negeri bisa lebih dari 242 orang pada tahun ini. Sebelum terjadi pandemi, rata-rata jumlah PMI asal Kota Blitar yang berangkat sekitar 220 orang per tahun. “Antusiasme masyarakat cukup tinggi untuk bekerja di luar negeri,” kata Kabid Ketenagakerjaan Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kota Blitar, Dwi Andri Susiono, kemarin (27/7).
Menurutnya, selama ini Hongkong dan Taiwan memang menjadi negara tujuan favorit PMI. Berdasarkan data pada 2022, dari 184 PMI asal Kota Blitar yang berangkat ke luar negeri, ada 81 orang tujuan Hongkong dan 73 orang tujuan Taiwan. Selebihnya, tujuan Malaysia 17 orang, Arab Saudi 2 orang, Singapura 4 orang, Polandia 5 orang, lalu Hungaria dan Aljazair masing-masing 1 orang.
Dari total 184 PMI asal asal Kota Blitar itu, sejumlah 118 orang bekerja di sektor informal seperti asisten rumah tangga. Kemudian 66 orang lainnya bekerja di sektor formal. Seperti karyawan pabrik dan perawat.
Jumlah PMI asal Kota Blitar pada 2022 cukup meningkat dibandingkan pada 2021. Tahun lalu, jumlah PMI yang berangkat sekitar 70 orang. “Karena waktu itu kondisi pandemi, beberapa negara belum membuka penempatan kerja untuk pekerja migran,” ujarnya.
Dikatakannya, sejak 2022, Pemkot Blitar juga memberikan fasilitas pelatihan calon PMI yang ingin berangkat ke luar negeri. Pemkot Blitar menanggung biaya pelatihan calon PMI selama tiga bulan di penampungan hingga lulus uji sertifikat kompetensi. “Pada 2022, kami memberikan kuota pelatihan calon PMI kepada 28 orang. Tahun ini kami adakan lagi, kuotanya 20 orang. Tujuannya Hongkong dan Taiwan,” tandasnya. (mg1/c1/sub)
Editor : Doni Setiawan