Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Lega Tak Lagi Kelesotan di Gerbong, Begini Curhat Penumpang KA

Fajar Rahmad Ali Wardana • Rabu, 2 Agustus 2023 | 17:42 WIB
ANTRE: penumpang commuterline Dhoho - Penataran keluar dari kereta.
ANTRE: penumpang commuterline Dhoho - Penataran keluar dari kereta.

KOTA BLITAR - Kereta lokal rute Blitar- Surabaya dan sebaliknya, yakni Commuterline Dhoho–Penataran tidak lagi transit di Stasiun Blitarmulai kemarin (1/8). Bukan Cuma itu, kini pelanggan juga tak lagi perlu keleleran di dalam gerbong usai adanya kebijakan pengurangan kuota tiket berdiri. Kebijakan ini pun mendapat komentar dari pelanggan.

Salah seorang pelanggan commuterline kereta Dhoho – Penataran, Nisa Nur Taufiqoh menyatakan setuju dengan pengurangan kuota penumpang tanpa tempat duduk. Menurutnya, banyak penumpang yang berdiri sangat mengganggu penumpang lain. “ Selain itu, penumpang berdiri dengan tujuan yang jauh bakal kelelahan karena tidak selalu beruntung ada kursi kosong yang bisa ditempati. Otomatis mereka akan duduk kelesotan di lantai,” katanya.

Berdasarkan pengalamannya, menjadi penumpang berdiri cukup menguras energi. Meskipun bisa menempati kursi kosong dala mgerbong, Nur tetap was-was jika nantinya si pemilik kursi dating dan meminta jatah kursinya. Dimana hal ini disebutnya membuat si pemilik kursi jadi kurang nyaman. “ Alhamdulilah. Semoga dengan adanya kebijakan ini, penumpang lebih nyaman di perjalanan menggunakan kereta,” sebut wanita ramah ini.

Humas PT KCI, Leza Arlan mengungkapkan, pengurangan kuota tiket berdiri ini didasarkan pada keluhan masyarakat. Bahkan, tak jarang penumpang sambat gerbong terasa sesak karena dipenuhi oleh penunmpang tanpa tempat duduk.

“Pengurangan kuota tiket berdiri sebesar 30 persen. Sehingga, hanya ada 20 persen tiket tanpa kursi. Sebelumnya, ada total 150 persen tiket. Yang 50 persen adalah tiket tanpa tempat duduk,”

Dia menambahkan, kebijakan ini diterapkan di commuterline Dhoho – Penataran. Nah, kebijakan ini bisa saja diubah jika nantinya penumpang masih merasa tak nyaman dengan perubahan yang baru saja diterapkan. Bukan tidak mungkin tiket bakal kembali ditambah jika dirasa perlu.

Dimungkinkan bakal ada perebutan tiket khususnya saat akhir pekan. Tapi, kondisi ini terbilang wajar, mengingat perusahaan pelat merah ini hanya menyediakan 20 persen tiket tanpa tempat duduk.

“Gerbong kereta penuh itu banyak dikeluhkan. Penumpang yang tidak mendapatkan tiket hingga volume perjalanan yang ditambah juga dikeluhan. Padahal, akan ada penambahan frekuensi perjalanan kereta bila dilakukan sistem transit,” terangnya.

Leza mengklaim, jika sarpras sarana prasaranya di Stasiun Blitar kian memadahi, bukan tidak mungkin bakal diberlakukan sistem transit penumpang di fasilitas yang berada di Jalan Mastrip ini. Hal ini didasarkan pada data penumpang kereta api yang mengalami peningkatan setiap tahunnya. (jar)

Editor : Doni Setiawan
#commuter line #kereta lokal #penumpang KA