RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Nama Gus Iqdam menjadi sorotan publik, lantaran cara dakwahnya yang berbeda dengan yang lainnya. Usianya yang belum genap 30 tahun, tapi mampu memberikan penjelasan yang mudah dimengerti oleh semua kalangan.
Gus Iqdam memulai Majelis Ta’lim Sabilu Taubah di Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat pada akhir Tahun 2018. Berawal dari 7 murid yang menjadi jemaah dan mengikuti majelisnya.
Meski saat itu hanya memiliki 7 murid, hal tersebut tak menyurutkan langkahnya untuk terus berdakwah. Dalam channel youtubenya Gus Iqdam mengatakan “Rumiyin babatipun kaliyan tiyang pitu”. Dalam dirinya mengalir darah kyai, yaitu keturunan Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam Mantenan Udanawu. Sementara ibunya, Hj Nyai Lanratul Farida yang merupakan putri pesantren Mambaul Hikam.
Saat beranjak dewasa, Gus Iqdam ditinggal oleh ayahnya menuju panggilan Allah. Sehingga ia banyak belajar agama islam kepada KH Dliyauddin Azzamzami atau Gus Diyak sebagai pengasuh Ponpes Mambaul Hikam yang sudah seperti ayahnya sendiri.
Ketika melihat fenomena di lingkungannya sendiri, Gus Iqdam merasa bahwa harus ada yang membimbing anak muda khususnya pemuda madesu ke jalan yang benar. Perjalanannya tersebut tak berlangsung mulus, namun ia tetap berdakwah meski hanya 7 muridnya.
Perjalanan dakwahnya penuh dengan pro dan kontra oleh oknum yang tidak suka. Namun pelan-pelan Majelis Ta’limnya mengalami perkembangan. Seperti yang kita tahu saat ini sudah banyak sekali Jemaah Gus Iqdam yang didominasi oleh anak muda.
Editor : Nanda Nila Alvinda