KABUPATEN BLITAR – Tiga trase jalur lintas selatan (JLS) Lot 7 masih dalam tahap pembebasan lahan. Itu membuat Kementerian PUPR memilih untuk menuntaskan trase lain di tahun ini. Sisanya bakal dilanjutkan di tahun depan.
PPK Pansela 2 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jatim-Bali Kementerian PUPR, Grace Agustina mengatakan, trase Bululawang-Sidomulyo dan Sidomulyo-Tambakrejo melalui proses lelang terlebih dahulu. Adapun tiga trase lain masih dalam proses lelang. Dia berharap proses penandatanganan kontrak dapat dilakukan sesegera mungkin. “Targetnya, lelang selesai pada Oktober. Kami masih harus menunggu persetujuan badan pemberi pinjaman. Selain itu juga harus ada penetapan dari Menteri PUPR,” ujarnya kemarin (31/7).
Untuk diketahui, trase Bululawang–Sidomulyo memiliki panjang 7,05 kilometer (km) dan trase Sidomulyo-Tambakrejo memiliki panjang 5,909 km. Proyek ini ditarget rampung tahun depan.
Proses yang sama juga diterapkan di trase Serang–Sumbersih. Bedanya, ada pada paket pengerjaan. Itu sebabnya proses pengerjaan proyek jalan ini baru bisa dilakukan pada tahun depan. Kendati mengaku proses lelang trase Serang-Sumbersih lebih lambat ketimbang trase Bululawang-Tambakrejo, Grace mengeklaim belum menemui kendala berarti.
“Sekarang kami masih menunggu izin pinjam pakai kawasan hutan atau IPPKH dari Perhutani untuk trase Bululawang-Tambakrejo. Lalu, saat ini juga sedang dalam proses pembebasan lahan yang masih dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar,” terangnya.
Grace berharap Pemkab Blitar dapat segera membebaskan lahan yang dilalui trase JLS. Itu agar setiap proses pengerjaan dapat dilaksanakan secara beriringan.
Disinggung soal adanya masyarakat sekitar yang menjemur hasil tani di JLS, wanita ramah ini mengaku sudah bersurat ke Pekab Blitar. Sayang, hingga kini belum ada respons dari pemkab terkait upaya penertiban. “Kami juga sudah melakukan pendekatan kepada masyarakat. Namun, perilaku menjemur padi tetap dilakukan,” ucapnya.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Blitar Hamdan Zulfikri Kurniawan turut menanggapi perkembangan JLS Lot 7. Informasi yang dihimpun, dinas masih menunggu hasil pemetaan bidang yang dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Blitar yang diperkirakan rampung pekan ini.
“Selanjutnya akan dilakukan appraisal (penilaian, Red). Dalam proses pembebasan lahan JLS, insya Allah tidak ada kendala. Sosialisasi ke masyarakat juga sudah kami laksanakan. Bahkan, masyarakat sangat mendukung dan menantikan agar JLS bisa segera terbangun,” pungkasnya.
Dalam Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2019, pembangunan jalur pansela atau JLS dikategorikan sebagai proyek stategis nasional. Pembangunan JLS Lot 7 di Kabupaten Blitar terdiri dari delapan trase. Yakni, Tulungagung-Bululawang sepanjang 5,2 km; Bululawang-Sidomulyo sepanjang 7,05 km; Sidomulyo-Tambakrejo sepanjang 5,9 km; Tambakrejo-Serang sepanjang 12,8 km; Serang-Sumbersih sepanjang 4,3 km; Sumbersih-Ringinrejo sejauh 13,05 km; Ringinrejo-Jolosutro sejauh 7,5 km; dan Jolosutro-Malang sepanjang 6,8 km. (jar/c1/dit)
Editor : Doni Setiawan