KABUPATEN BLITAR – Tidak semua taman milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar dibuka setiap hari. Taman Idaman Hati di Kecamatan Wlingi, misalnya. Taman yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blitar ini ditutup setiap Jumat. Ada alasan khusus kenapa taman ini tak beroperasi setiap Jumat.
Kepala DLH Kabupaten Blitar, Achmad Cholik mengatakan, jumlah kunjungan di taman yang berada di Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Beru, Kecamatan Wlingi ini terbilang stabil. Jumlah itu sedikit mengalami peningkatan begitu memasuki akhir pekan. “Biasanya kalau hari libur kan banyak warga yang mengajak keluarga untuk liburan,” sebutnya.
Meski jumlah pengunjung terbilang stabil, dinas tak lantas mengoperasikan Taman Idaman Hati selama sepekan penuh. Adapun kebijakan yang dimabil adalah menutup taman setiap Jumat. Bukan tanpa sebab, dinas menilai jumlah kunjungan setiap Jumat terbilang lebih sedikit dibanding hari lain.
Salah satu faktornya adalah, sebagian masyarakat muslim menunaikan salat Jumat. Meski tidak bisa dikatakan signifikan, rupanya kondisi ini cukup berpengaruh pada jumlah kunjungan di Taman Idaman Hati. “Setiap Jumat, sebagian besar saudara kita yang beragama Islam menunaikan salat Jumat. Itu berpengaruh pada jumlah kunjungan. Karena itu kami memilih untuk menutup taman setiap Jumat,” ungkapnya.
Meski begitu, pria ramah ini menambahkan, bukan berarti Taman Idaman Hati ditutup total setiap Jumat. Sebab, dinas masih memberi izin kepada warga yang bermaksud untuk melakukan kegiatan di dalam taman pada Jumat. Tapi, kebijakan ini tidak diberlakukan pada semua warga.
Hanya mereka yang punya izin khusus yang diizinkan berkegiatan di dalam Taman Idaman Hati di sepanjang Jumat. Teknisnya, masyarakat dipersilahkan mengajukan surat izin kegiatan kepada dinas. Lalu, dinas bakal mengkroscek surat yang dimaksud. Jika dinilai memungkinkan, dinas bakal memberi lampu hijau kepada si pemohon.
“Misal, kami sering mendapat surat permohonan dari warga yang bermaksud menggelar senam di dalam taman. Nah, karena acara senam tidak mengganggu, kami beri izin. Silahkan konfirmasi ke dinas jika bermaksud menggelar kegiatan di taman,” kata Cholik.
Kebijakan ini mendapat tanggapan dari warga Kabupaten Blitar. Masyarakat menilai, taman milik Pemkab Blitar itu sudah sepatutnya diberi waktu untuk “istirahat”. Sebab, diketahu ada sekitar 36 jenis tumbuhan di sana. Jika taman terus dibuka selama sepekan penuh, hal ini dikhawatirkan bisa menyebabkan tumbuhan yang ada di sana menjadi tak terawat atau bahkan rusak. “Itu kan untuk peremajaan lingkungan yang ada di dalam taman. Saya kira bagus-bagus saja kalau ditutup sepekan sekali,” ucap salah seorang warga sekitar, Sulton
Selain banyaknya jenis tumbuhan, Taman Idaman Hati juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung. Mulai dari gazebo, jogging track, hingga zona bermain anak. Mengingat antusiasme masyarakat untuk berkunjung ke taman ini cukup tinggi, sudah sepatutnya pemkab memberi waktu jeda agar ekosistem di dalam taman tetap lestari. (mg2/dit)
Editor : Doni Setiawan