KOTA BLITAR – Ancaman kemarau panjang akibat fenomena El Nino tak hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga perekonomian. Salah satu dampak yang mengancam adalah inflasi.
Pasalnya, cuaca yang ekstrem juga mengancam sektor pertanian. Tak menutup kemungkinan dampak kemarau mengganggu produktivitas tanaman. Risiko tingginya yakni gagal panen. Sementara permintaan bahan pokok tinggi.
Meski begitu, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar memastikan stok bahan pokok di kota aman terkendali. Stok yang ada cukup untuk memenuhi kebutuhan di pasaran. Sebagai antisipasi, petani menanam jenis tanaman yang cocok di lahan kering. Seperti di antaranya tomat, lada, melon, bawang, wortel, hingga kacang tanah ataupun kacang hijau. “Ya ini demi mencegah risiko gagal panen. Karena itu, petani harus menyesuaiakan jenis tanaman selama musim kemarau,” jelas Kepala Bagian (Kabag) Perencanaan Perekonomian dan Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Kota Blitar, Ahmad Tobroni, kemarin (8/8).
Pantauan koran ini di pasar, beberapa harga kebutuhan pokok masih konsisten tinggi. Seperti harga telur yang masih di kisaran Rp 29 ribu per kilogram (kg) dan ayam potong Rp 38 ribu per kg. Harga tersebut masih bertahan sejak Lebaran beberapa waktu lalu. Jika kenaikan harga terus terjadi, inflasi pun tak terhindarkan.
Namun, menurut Tobroni, laju inflasi saat ini masih tergolong normal. Yakni di kisaran angka 3 persen dengan batas maksimal sebesar 4 persen. Dikatakan mengalami inflasi jika masuk dalam kota indeks harga konsumen (IHK). “Sedangkan wilayah Kota Blitar selalu mengikuti harga pasaran dari Kediri,” ungkapnya.
Ada 8 kota IHK di Jawa Timur yang meliputi Jember, Banyuwangi, Sumenep, Kediri, Malang, Probolinggo, Madiun, dan Surabaya. Sejumlah daerah lain akan mengikuti harga di pasaran berdasarkan daerah terdekat. Jika hanya selisih Rp 2 atau Rp 3 ribu belum bisa dikatakan inflasi.
Nah, untuk mengendalikan laju inflasi, pemkot sudah menyiapkan beberapa cara. Salah satunya dengan melakukan operasi pasar bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Seperti dengan dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag) serta Badan Urusan Logistik (Bulog). “Seperti beberapa waktu lalu, kami adakan operasi pasar terkait harga minyak,” ungkapnya. (mg1/c1/sub)
Editor : Doni Setiawan