Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Cuaca Tak Tentu, Produksi Ikan Hias di Blitar Lesu

Aditya Yuda Setya Putra • Kamis, 10 Agustus 2023 | 00:00 WIB
TELATEN: Pembudi daya ikan hias di Kecamatan Nglegok melakukan perawatan ikan di kolam miliknya.
TELATEN: Pembudi daya ikan hias di Kecamatan Nglegok melakukan perawatan ikan di kolam miliknya.

KABUPATEN BLITAR - Geliat budidaya ikan hias di Bumi Penataran terbilang menjanjikan dari segi profit. Sayang, kondisi cuaca ekstrim yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir membuat produksi ikan hias jadi tak menentu. Tentu kondisi ini sangat dikeluhkan oleh para pembudi daya ikan hias.

Seperti yang diketahui, kondisi cuaca di Kabupaten Blitar dalam dua bulan terakhir tebilang tak menentu. Jika cuaca di siang hari terasa terik, maka kondisi yang terjadi di malam hari justru sebaliknya. Yakni, terasa begitu dingin. Bukan hanya berdampak langsung kepada manusia, kondisi ini juga berimbas pada produksi ikan hias di Kabupaten Blitar. “Banyak ikan yang mati. Itu diawali dengan hilangnya nafsu makan pada ikan,” ujar salah seorang pembudi daya ikan hias di Kecamatan Nglegok, Agus Purwoko.

Wajar jika Agus mengeluhkan kondisi yang dia alami saat ini. Sebab, itu membuat produksi ikan hiasnya mengalami penurunan. Sebagai gambaran, pria asli Kabupaten Blitar ini bisa menjual sekitar 10 ekor ikan hias dalam sepekan. Sedangkan, jumlah itu menyusut seiring terjadinya cuaca ekstrim yang terjadi di wilayah Bumi Penataran dalam dua bulan terakhir. “Kalau sekarang rata-rata cuma bisa keluar (menjual, Red) enam ekor ikan sepekan,” keluhnya.

Perawatan ikan hisa, lanjut Agus, berbeda dari perawatan ikan konsumsi. Sebab, ikan hias terbilang lebih “manja”. Banyak aspek yang kudu diperhatikan oleh si pembudi daya jika ingin produksinya optimal. Diantaranya, suhu air, jenis pakan, kualitas air, hingga kandungan oksigen dalam air. Aspek-aspek tersebut punya pengaruh signifikan pada kualitas ikan hias yang dihasilkan. “Jika tidak diperhatikan, warna ikan juga berubah. Nah, itu membuat ikan malah ndak laku di pasaran,” imbuhnya lagi.

Solikin, salah seorang pembudi daya lain mengungkapkan, tak banyak jumlah ikan yang dia produksi dalam waktu sebulan terakhir. Penurunan jumlah produksi ini dia sebut merupakan dampak cuaca ekstrim. “Panennya sudah tidak seperti dulu. Sudah jauh berkurang. Jadi, kadang saya panen walaupun belum memasuki waktunya,” kata pembudi daya ikan koi ini.

Ya. Panen lebih dini jadi opsi yang paling masuk akal bagi pembudi daya. Selain untuk memastikan ketersediaan stok dalam upaya pemenuhan permintaan pasar, cara ini ditempuh agar para pembudi daya dapat memangkas biaya produksi yang terbilang tak murah.

“Biaya budidaya ikan hias itu lumayan mahal. Harus beli pakan, vitamin, perawatan mesin pompa, dan juga biaya transport. Apalagi harga pakan juga mahal. Jadi, panen lebih awal saja daripada rugi banyak,” tegasnya. (mg2/dit)

Editor : Doni Setiawan
#produksi ikan #ikan hias #cuaca ekstrem #cuaca tak menentu