Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Fasum RTH Wlingi Tak Terawat, Pemkab Blitar Harus Turun Tangan

Aditya Yuda Setya Putra • Jumat, 11 Agustus 2023 | 02:00 WIB

 

PERLU PERHATIAN: Kondisi fasum di dalam Taman Idaman Hati yang rusak membuat RTH ini jadi kurang menarik.
PERLU PERHATIAN: Kondisi fasum di dalam Taman Idaman Hati yang rusak membuat RTH ini jadi kurang menarik.

KABUPATEN BLITAR – Kondisi sejumlah fasilitas umum (fasum) yang ada di dalam Taman Idaman Hati sangat memprihatinkan. Hal ini wajib jadi perhatian pemerintah, mengingat taman yang juga disebut Ruang Terbuka Hijau (RTH) Wlingi ini jadi salah satu spot jujukan masyarakat untuk berlibur.

Ada beberapa pilihan wahana di dalam taman yang berlokasi di Kecamatan Wlingi ini. Mulai dari kolam ikan, sangkar burung merpati, area bermain anak, hingga area santai keluarga. Sayang, banyaknya fasum ini tak dibarengi dengan besarnya perhatian pemerintah. “Daya tarik wisata di sini sudah tidak ada. Kalau dulu sangat ramai, saat taman ini masih terawat,” ujar petugas parkir Taman Idaman Hati, Mustofa.

Parahnya lagi, kini tak lagi tampak beberapa jenis hewan yang dulunya menghuni Taman Idaman Hati. Informasi yang dihimpun, banyak hewan yang mati lantaran tak mendapat perawatan khusus. “Ikan koi yang ada di air mancur sudah berkurang drastis. Selain itu, dulu ada puluhan burung merpati. Sekarang cuma tinggal tiga ekor,” tambahnya.

Pantauan koran ini, kandang burung merak yang berada di dalam taman juga dibiarkan mangkrak lantaran tidak adanya hewan di sana. Mustofa mengungkapkan, banyak perangkat bermain anak yang kini kondisinya tak lagi utuh. Itu membuat para orang tua yang berkunjung ke taman ini jadi enggan untuk memanfaatkannya.

Salah satu pengunjung, Muhammad Fahmi mengaku sangat menyesalkan kondisi ini. Sebab, dia merupakan salah satu warga yang sering mengajak keluarganya untuk berlibur ke Taman Idaman Hati. Kini tak banyak hal yang bisa dia lakukan di dalam taman. Alih-alih bermain di wahana, Fahmi dan keluarga justru hanyak memilih untuk sekadar nongkrong.

“Saya sering ajak anak saya di sini. Dulu ada banyak pilihan. Bisa main ayunan atau memberi makan hewan. Kalau sekarang cuma nongkrong karena tidak ada yang bisa dimanfaatkan. Ya Cuma ke sini pilihannya, solanya murah,” bebernya.

Dia berharap agar pemerintah segera turun tangan. Salah satunya dengan memperbaiki fasilitas yang rusak atau melakukan peremajaan wahana bermain yang ada. Dengan demikian, antusiasme masyarakat untuk berkunjung juga meningkat. “Semoga soal infrastruktur bisa segera diperbaiki. Lalu, soal sampah juga bisa teratasi,” harapnya.

Untuk diketahui, Taman Idaman Hati buka setiap pukul 08.00-17.00. Taman ini tutup setiap Jumat. Adapun retribusi parkir yang ditarik sebesar Rp 3 ribu bagi kendaraan roda dua dan Rp 5 ribu bagi kendaraan roda empat. (mg2/c1/dit)

Editor : Doni Setiawan
#fasilitas umum #taman bermain #ruang terbuka hijau