Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pemdes Plosorejo Kirab Panji-Pusaka untuk Peringati Jasa Pahlawan dan Leluhur

Aditya Yuda Setya Putra • Senin, 21 Agustus 2023 | 19:42 WIB
SAKRAL: Pemerintah Desa Plosorejo menggelar kirap panji dan pusaka untuk mengenang leluhur sekaligus peringati Hari Kemerdekaan Ke-78 RI.
SAKRAL: Pemerintah Desa Plosorejo menggelar kirap panji dan pusaka untuk mengenang leluhur sekaligus peringati Hari Kemerdekaan Ke-78 RI.

KABUPATEN BLITAR – Sebagai bentuk syukur sekaligus memperingati jasa para leluhur, Pemerintah Desa (Pemdes) Plosorejo menggelar acara kirab panji dan pusaka. Tepatnya pada Kamis (17/8) lalu. Acara ini juga jadi penanda dalam peringatan Hari Kemerdekaan Ke-78 Republik Indonesia (RI) tahun ini.

Acara ini diawali dengan jamasan pusaka di makam cikal bakal atau leluhur desa. Lalu, acara dilanjutkan dengan kirab pusaka dan panji menuju pendapa Desa Plosorejo. “Acara ini untuk memperingati para leluhur sekaligus peringatan kemerdekaan bagi Desa Plosorejo sehingga bisa melaksanakan kegiatan pemerintahan seperti ini,” ujar ketua pelaksana acara, Susilo.

Acara ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda desa. Dengan begitu, generasi muda bisa mengenal, menghormati, dan mencintai leluhur Desa Plosorejo. “Makam cikal bakal Desa Plosorejo yaitu Syeh Ahmad Sidiq dan salah satu keturunannya pernah menjadi kepala desa pertama di Desa Plosorejo. Nah, generasi muda harus tahu itu,” sebut pria yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Plosorejo ini.

Dia menegaskan, Syeh Ahmad Sidiq adalah keturunan Mataraman. Sosok ini sangat dihormati oleh para murid dan warga Desa Plosorejo. Itu membuat pemdes berencana untuk membentuk dewan adat dalam upaya edukasi dan sosialisasi sejarah. “Melihat antusiasm masyarakat yang begitu besar tentang sejarah, ke depan kami akan membentuk dewan adat. Dan itu butuh dukungan dari semua pihak di desa ini,” tuturnya.

Sekretaris Desa Plosorejo, Sunarji mengungkapkan, acara kirab panji dan pusaka menjadi agenda tahunan. Dalam setiap pelaksanaannya, pemdes memastikan bahwa seluruh pihak yang terlibat mampu menjaga nilai kesakralan. Itu dilakukan agar acara kirab panji pusaka menjadi momen paling ditunggu oleh warga desa setiap tahunnya. “Alhamdulilah, masyarakat sangat antusias dengan suguhan kesenian tradisional dan pawai lampion saat acara kirab pusaka dan panji,” ujarnya.

Pria ramah ini mengungkapkan, acara sakral ini biasa digelar pada bulan-bulan tertentu dalam penanggalan Jawa. Seperti halnya, Sura atau Selo. Nah, ada berbagai ritual khusus yang dilakukan oleh para sesepuh desa dalam kegiatan tersebut. “Perangkat desa membuat 41 ingkung di makam cikal bakal. Selanjutnya digelar kenduri dan doa bersama. Lalu, ingkung dibagikan kepada masyarakat. Syaratnya, perangkat desa tidak boleh ikut memakan ingkung,” bebernya.

Dia berharap agar nantinya lebih banyak lagi masyarakat yang sadar akan pentingnya menghormati jasa para pahlawan dan leluhur. Untuk itu, dia juga mengimbau agar masyarakat terus mendukung program ini supaya edukasi tentang pentingnya belajar sejarah dapat disosialisasikan secara masif.

“Kami pemerintah desa nguri-uri adat warisan leluhur. Tentu generasi muda juga tidak boleh ketinggalan. Ada banyak hal positif yang bisa kita dapat dari kegiatan ini. Seperti halnya tata krama. Itu sangat penting dan tidak boleh ditinggalkan,” pungkasnya. (zam/c1/dit)

Editor : Doni Setiawan
#Pemdes #kirab #Plosorejo #Pusaka #panji