Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Omzet Sepi, Pedagang Pasar Templek Pasang Replika Ayam untuk Tarik Pembeli

M. Luki Azhari • Selasa, 22 Agustus 2023 | 23:00 WIB
REPLIKA: Sri, salah seorang penjual ayam potong di Pasar Templek, memasang replika ayam palsu untuk menggaet pembeli, Sabtu (19/8).
REPLIKA: Sri, salah seorang penjual ayam potong di Pasar Templek, memasang replika ayam palsu untuk menggaet pembeli, Sabtu (19/8).

 

KOTA BLITAR - Pedagang Pasar Templek semringah usai menempati lapak baru sebelah barat. Meski begitu, omzet penjualan disebut belum sepenuhnya bergairah.

Seperti diungkapkan Sri, pedagang ayam potong. Menurutnya, omzet penjualan masih jauh dari kata maksimal. Dia memaklumi kondisi itu lantaran tak banyak pelanggan mengetahui lokasi berjualan yang baru. Belum banyak dagangan yang dia pajang di rak. ”Jualan agak sepi. Ya maklum saja karena masih awal, jadi perlu penyesuaian antara penjual dan pembeli,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Blitar kemarin (19/8).

Sebelum direlokasi, perempuan berhijab itu berjualan di luar area Pasar Templek. Yakni, di Pasar Tumpah, istilah untuk pedagang yang melapak di tepi jalan pasar. Saat itu penjualan ayam potong miliknya cenderung bagus.

Beberapa pekan menempati kios baru, dia mengaku memang belum banyak pembeli. Omzet pun menurun drastis dari sebelumnya. Namun, kondisi itu diprediksi hanya terjadi sementara waktu. Untuk menggaet pembeli, dia membuat properti replika daging ayam yang digantung di depan kios. “Sementara dalam sehari lakunya 3-5 kg. Dulu bisa 10 kg. Tapi kan adaptasi. Selain itu, tempat baru lebih enak,” terangnya.

Terpisah, Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar, Yoga Cakra Sanjaya menyatakan, proses penyesuaian itu wajar dialami para pedagang. Dinas meyakini tak perlu banyak waktu agar pasar tersebut kembali ramai. “Karena tempatnya juga sudah representatif, tujuannya agar transaksi semakin meningkat,” tuturnya.

Kios dan los di pasar yang direhab menggunakan dana APBN sebesar Rp 2 miliar itu mulai dipadati pedagang. Baik penjual sayuran maupun kebutuhan pokok lainnya. Yoga mengaku, masyarakat juga telah mengetahui pembangunan tahap pertama itu sehingga tidak kesulitan mencari lapak pedagang. “Sudah balik padat lagi. Ini positif. Artinya, roda perekonomian tetap bergulir,” tandasnya.

Saat ini, Pemkot Blitar tengah memulai pembangunan Pasar Templek tahap kedua. Kios yang dibangun yakni sebelah timur. Pengerjaan proyek yang menelan anggaran sekira Rp 5 miliar bersumber dari APBD itu diawali dengan pembongkaran kios pekan lalu. Nantinya, pemkot akan membangun 58 kios dan lebih dari 200 los. Pembangunan ditarget rampung tahun ini. (luk/c1/sub)

Editor : Doni Setiawan
#replika #ayam #pedagang pasar #pasar templek