KOTA BLITAR - Pusat Informasi Perdagangan dan Pariwisata (PIPP) Kota Blitar bakal direnovasi. Pasalnya, penataan kios pedagang dan lokasi parkir dinilai belum optimal.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar, Edy Wasono. Saat ini, kajian terkait pengembangan PIPP telah rampung. “Ya, sebenarnya sudah (tertata). Tapi biar representatif lagi, kami perlu pengkajian penataan kembali,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Blitar kemarin (21/8).
Menurut Edy, area yang kerap menjadi jujukan pelancong itu sudah cukup representatif. Apalagi, lahan parkir dan kios pedagang luas. Meski begitu, disbudpar ingin mengembangkan PIPP agar lebih menarik.
Ada sejumlah catatan yang saat ini telah dikantongi disbudpar. Fokus pertama, pengembangan pedagang PIPP ke sisi timur. Dinas akan menata para pedagang yang kini berjualan di area tengah PIPP. “Selain itu, lokasi parkir juga akan kami rombak,” ungkapnya.
Hal itu, lanjut dia, penting dilakukan untuk meningkatkan angka kunjungan wisata. Dengan begitu, berbanding lurus dengan realisasi pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata. “Insya Allah, selain penataan kios sesuai kajian bappeda (badan perencanaan dan pembangunan daerah, Red), itu nanti juga kaitannya dengan kelengkapan sarpras yang harus ditingkatkan lagi,” imbuhnya.
Mantan camat Kepanjenkidul itu mengaku bahwa kajian yang dibuat Bappeda Kota Blitar telah selesai. Realisasinya masih harus melewati tahap perencanaan. Dari situ akan diketahui estimasi anggaran yang diperlukan untuk menyulap PIPP. “Kajiannya sudah, tapi perencanaan dan realisasinya belum tahu kapan. Pemda memang punya konsep ke sana,” tandasnya. (luk/c1/sub)
Editor : Doni Setiawan