KOTA BLITAR - Wongso Hendra tidak sekadar hobi mengoleksi dan merakit Gundam. Warga Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sananwetan, ini menjadikan hobinya sebagai bisnis yang mengiurkan. Pasalnya bisa mendatangkan cuan hingga jutaan rupiah.
Walaupun kini sudah banyak serial animasi, baik di televisi ataupun internet, masih ada beberapa animasi lawas yang membekas di hati pencinta animasi. Salah satunya adalah serial Gundam. Sebuah serial animasi dari Jepang yang menampilkan sosok robot raksasa.
Dikutip dari beberapa referensi, serial Gundam pertama tayang di televisi pada pada 7 April 1979 dengan Mobile Suit Gundam. Serial itu pun sukses membius berbagai lapisan masyarakat di belahan dunia hingga mengoleksi figur robot plastiknya.
Salah seorang kolektor robot itu adalah Wongso Hendra. Dia menceritakan, serial peperangan robot itu begitu membekas. Sehingga memancing dirinya untuk mengoleksi. ”Dulu suka nonton animasinya, tapi mulai serius mengikuti Gundam dan koleksi figurnya itu sejak kuliah. Tepatnya 2010,” ungkap pria 35 tahun ini.
Di sudut toko alat pertanian miliknya, di Jalan Nomor 278, terpajang sejumlah figur Gundam dari berbagai karakter. Ada juga sebagian yang belum dirakit. Sejumlah figur itu tampak gagah. Tingginya 10 sentimeter.
Ciri khas robot Gundam itu terlihat jelas. Sendi-sendinya lancip. Ada salah satu Gundam dengan warna putih dan emas yang merupakan hasil custom. Ada juga yang didominasi warna hitam dengan beberapa bagian berwarna merah. Yang lebih unik, robot yang terbuat dari plastik itu tidak hanya berbentuk Humanoid, tetapi juga ada seperti Kentaur. Makhluk mitologi Yunani, setengah manusia dan setengah kuda.
Menurutnya, merakit Gundam itu merupakan momen yang menyenangkan. Selain membutuhkan konsentrasi dan ketelitian, potongan demi potongan harus tersusun rapi hingga menjadi robot. Kebanggaan sekaligus kenangan masa lalu. “Lumayan nostalgia. Sebenarnya dulu saya koleksi banyak, tapi perlahan dijual. Sekarang, selain koleksi, saya juga jual,” ungkapnya sambil menunjukan koleksinya.
Ternyata bisnis jual beli Gundam lumayan menggiurkan dan menjadi ladang cuan. Harganya bisa mencapai jutaan. Semua tergantung dari ukuran dan jenisnya. Ukurannya mulai dari skala super deformed (SD), high grade (HG), master grade (MG), real grade (RG), hingga perfect grade (PG). Harganya pun dibanderol mulai Rp 80 ribu sampai Rp 2 juta lebih. “Memang segitu. Semakin mahal, perakitan Gundam itu semakin sulit. Itu sudah pasti. Bahkan saking sulitnya, ada 20 part dalam satu bagian,” jelasnya penuh antusias.
Adapun figur Gundam yang sudah rakitan dan belum memiliki harga berbeda. Walaupun begitu, perbedaanya tidak terlalu besar. Hanya sekitar Rp 200 hingga Rp 300 ribu per figur. “Kembali lagi di figur robotnya. Kalau sudah custom warna dan rakitan rapi, harganya biasanya lebih mahal,”ungkapnya.
Untuk perawatan, dia menganjurkan agar Gundam yang sudah dirakit dibuatkan kotak khusus atau displai, baik di lemari atau kotak. Terbuat dari kaca agar terhindar dari debu. ”Kalaupun displai belum ada, cukup dilap dengan kain sedikit basah atau kuas,” jelasnya.
Jika Gundam yang dimiliki sudah dalam keadaan custom, perawatan harus lebih maksimal. Lantaran terdapat debu-debu yang melengket di lapisan cat. Jika figur dibiarkan tanpa perawatan, warna akan memudar, berdebu, susah digerakkan, longgar, hingga mudah terlepas.
Demi menyalurkan hobinya tersebut, dia juga bergabung dalam Komunitas Gundam Blitar. Lewat komunitas itulah dia bertukar pendapat dan sharing terkait perkembangan Gundam. (*/c1/sub)
Editor : Doni Setiawan