Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Udara Kota Blitar Tercemar, Dampak Peningkatan Kendaraan?

Doni Setiawan • Senin, 28 Agustus 2023 | 23:15 WIB

 

IKONIK: Simpang tiga herlingga menjadi pintu masuk kendaraan dari luar daerah. Seiring waktu mobilitas kendaraan di kota kian meningkat.
IKONIK: Simpang tiga herlingga menjadi pintu masuk kendaraan dari luar daerah. Seiring waktu mobilitas kendaraan di kota kian meningkat.
 

KOTA BLITAR - Mobilitas kendaraan di Kota Blitar kian hari semakin meningkat. Kondisi tersebut tentu akan memengaruhi kualitas udara di Bumi Bung Karno.

Kendati keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) sudah memenuhi syarat 30 persen dari luas kota, hal itu belum bisa menjamin kualitas udara membaik. Terlebih seiring meningkatnya mobilitas kendaraan. “Ya, kalau bisa setengah dari luas wilayah kota. Terdiri dari taman terbuka ataupun privat,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar, Jajuk Indihartati, kemarin (27/8).

Indeks kualitas udara (IKU) Kota Blitar saat ini tercatat mencapai 86 persen. Hal itu karena jumlah RTH sudah memenuhi syarat. Meski sudah memenuhi syarat minimal, DLH akan menambah jumlah RTH.

Jajuk mengungkapkan, RTH di kota saat ini mencapai sekitar 35 persen. Terdiri dari RTH publik dan privat. RTH publik berupa taman kota maupun taman yang ada di jalan. Kemudian, RTH privat seperti halaman rumah, kebun, atau taman di sekitar gedung perkantoran. “RTH yang ada saat ini masih terlalu dekat dengan batas minimal 30 persen. Maka dari itu, mari bersama-sama meningkatkan ruang hijau,” ajaknya.

DLH terus berupaya untuk meningkatkan tanaman hijau. Melalui program corporate social responsibility (CSR), DLH berupaya mengembangkan RTH dengan menanam berbagai jenis tanaman. Dampaknya, kualitas udara perlahan semakin baik.

Saat ini, mayoritas RTH di kota Blitar berkonsep pulau jalan. Selain memperbaiki kualitas udara, juga mempercantik wajah kota. Sebab, dapat memberikan kesan sejuk dan asri.

Disinggung berkurangnya pulau jalan seperti di Jalan Merdeka, Jajuk mengaku memang ada penurunan IKU. Namun tidak terlalu signifikan. Sebab, jumlah tanaman hijau yang berkurang tidak banyak. Ditambah lagi masih ada pepohonan yang tumbuh di pinggir jalan.

Meski begitu, adanya aktivitas industri dan mobilitas lalu lintas tidak dapat dihindari. Meski RTH sudah memenuhi syarat, potensi pencemaran udara tetap ada. Menurutnya, potensi tersebut berasal dari pusat kota.(mg1/c1/sub)

Editor : Doni Setiawan
#Tanaman Hijau #ruang terbuka hijau #rth #Indeks kualitas udara #Kota Blitar