Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ide Bisnis Budi Daya Cangkok, Mudah atau Susah?

M. Subchan Abdullah • Selasa, 29 Agustus 2023 | 01:15 WIB
TELITI: Gunawan mencangkok pohon jambu di kebun miliknya kemarin (19/8).
TELITI: Gunawan mencangkok pohon jambu di kebun miliknya kemarin (19/8).

KOTA BLITAR - Berkebun bisa dijadikan pilihan untuk menghilangkan penat setelah berharihari bekerja. Kegiatan ini sekaligus menjadi hobi yang bermanfaat. Seperti mencangkok yang jadi alternatif budi daya tanaman buah-buahan tanpa harus membeli benih baru.

Meski begitu, tidak semua tanaman dapat dicangkok. Sebab, salah satu ciri tanaman yang dapat dicangkok yaitu memiliki banyak kandungan kambium. Kambium adalah lapisan jaringan meristem pada tumbuhan yang memiliki sel aktif untuk membelah diri. “Sehingga tanaman bisa tumbuh dengan baik,” ungkap pembudi daya tanaman buah, Gunawan, kepada Jawa Pos Radar Blitar kemarin (19/8).

Warga Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro ini menjelaskan, sejumlah tanaman memiliki waktu yang berbeda-beda untuk tumbuh. Biasanya bergantung pada jumlah kambium yang dimiliki. Adapun jenis buah yang paling mudah dan cepat tumbuh yakni tanaman jambu.

Tanaman jambu meliputi jenis jambu air, jambu biji, jambu merah, dan jambu kristal. Selain itu, kelengkeng , sawo, dan jeruk. Tiga buah yang disebut terakhir membutuhkan waktu yang lebih lama untuk tumbuh akar.

Alat dan bahan yang diperlukan untuk mencangkok yakni pisau, tali rafia, plastik atau kresek, bawang merah, dan kokopit. “Kokopit itu limbah dari serabut kelapa untuk media mencangkok,” jelasnya.

PROSES : Cangkok menjadi salah satu teknik untuk budi daya tanaman buah.
PROSES : Cangkok menjadi salah satu teknik untuk budi daya tanaman buah.

Sebelum mencangkok harus lebih dulu memilih batang pohon yang tegak dan sehat. Hal ini untuk memudahkan kegiatan mencangkok. Langkah pertama, batang pohon dikerat dengan panjang kurang lebih 2 sentimeter (cm). Selanjutnya, kulit batang dikupas untuk dibersihkan kambiumnya. Setelah bersih ditunggu sampai kering minimal 3 jam. “Lebih lama lebih baik,” ujar pria ramah ini.

Batang yang sudah kering selanjutnya digosok-gosok dengan bawang merah yang telah dipotong menjadi dua bagian. Kandungan zat pada bawang merah dapat membantu pertumbuhan akar. Tahap terakhir baru menempelkan kokopit yang sebelumnya telah dimasukkan ke dalam plastik pada batang yang sudah dikerat tadi. Jangan lupa untuk diikat dengan tali rafia supaya tidak lepas.

Tumbuhnya akar pada batang membutuhkan waktu sekitar 2 sampai 3 bulan. Jika akar sudah terlihat baru bisa dipindah ke polybag yang sudah berisi tanah dan pupuk. Selang tiga bulan setelah akar terlihat cukup kuat, tanaman tersebut bisa dipindahkan ke lahan atau kebun.

Sebagai perawatan, tanaman yang sudah dicangkok harus rutin disiram. Caranya, menyemprotkan air menggunakan sprayer. Jika menyiram air secara langsung bisa menyebabkan tanah kelewat lembab dan membuat tanaman cangkok membusuk. Penyiraman bisa dilakukan 2-3 kali sehari. “Atau ketika tanah cangkok terlihat mengering,” paparnya. Menurutnya, waktu yang baik untuk mencangkok adalah k

etika musim hujan. Sebab, tanah akan cukup mendapatkan pasokan air. Selain itu, air hujan bagus untuk tanaman karena mengandung karbondioksida yang dapat menunjang pertumbuhan tanaman. “Makanya, sebelum mencangkok, media kokopit dibasahi dengan air terlebih dahulu,” tandasnya. (mg1/c1/sub)

Editor : Doni Setiawan
#jambu #Mencangkok #tanaman #berkebun