KABUPATEN BLITAR – Blitar melahirkan seniman-seniman andal. Tak hanya seni rupa, tetapi juga seni musik. Berbagai genre mewarnai dunia musik di Bumi Bung Karno. Salah satunya genre Jamaican Sound yang diusung oleh Soul Java, band lokal dari Blitar.
Sayup-sayup suara alunan musik terdengar. Perpaduan dari berbagai jenis alat musik menciptakan alunan nada yang merdu. Di studio musik itu, ketujuh pria berlatih. Mereka menamai diri sebagai Soul Java. Band yang mengusung genre Jamaican Sound asal Blitar.
Berdiri pada tanggal 10 Oktober 2013 silam, Soul Java memiliki 7 personel. Yakni, Bryan sebagai vokal, Zainal (gitaris I), Teguh (gitaris II), Dayat (keyboardist), Jonathan (drumer), Eben (trombonis), Rezy (saksofon). Terbentuk dari band sekolah, Soul Java mencoba meramu sesuatu yang tidak biasa dari musik Jamaican Sound lain di Indonesia.
Setiap personel memiliki pengaruh musik yang mengakar dan berbeda-beda. Mulai dari ska, rocksteady, rege, jazz, rap, dan groove. “Semua dipadukan tanpa menghilangkan benang merah dari unsur Jamican Sound itu sendiri,” ungkap vokalis Soul Java, Bryan Fauzi Anam, kemarin (29/8).
Bryan mengaku Soul Java sempat berganti personel beberapa kali. Hal itu lantaran faktor pekerjaan yang mengharuskan mereka pindah ke luar kota. Namun, bagi pria asal Desa Pojok, Kecamatan Garum ini, mereka yang pernah bergabung menjadi bagian Soul Java sebagai sebuah nyawa yang selalu mengalir di dalam darah hingga hari ini dan seterusnya. “Karena bagi kami, Soul Java bukan sekadar band, melainkan sebuah keluarga,” imbuhnya.
Pada 2014, Soul Java merilis single pertama yang berjudul Marry Me. Disusul pada pertengahan 2015 kembali merilis single berjudul Come-Come dan Still Waiting. Selanjutnya, single No Love Song pada 22 Januari 2022.
Menurut Bryan, dengan memiliki genre yang berbeda dan nyentrik, tak menjadi kendala bagi Soul Java. Sebab, selalu ada ide-ide gila dari setiap personel untuk menciptakan lagu. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Soul Java untuk mengenalkan genre musik Jamaican Sound. “Karena berbeda genre itu memacu kami untuk terus berkarya,” paparnya.
Adanya pandemi Covid-19 lalu, Soul Java memberanikan diri untuk melepaskan single terbaru yang berjudul No Love Song. Untuk mendukung promosi single tersebut, Soul Java menggelar launching party pada 22 Januari 2022 di Pantai Serang, Kabupaten Blitar. Single tersebut telah tersedia di beberapa gerai platform musik digital.
Bahkan, single No Love Song juga ikut dalam kompilasi Jump Up Record Chicago X Indonesia Ska Connection. Ada 19 band ska di Indonesia yang ikut berpartisipasi dalam kompilasi tersebut. Selain itu, pada 5 Februari 2022, single No Love Song telah mengudara di Imer Radio, Meksiko. Respons publik sangat bagus, memantapkan Soul Java untuk terus mewarnai khazanah di dunia musik.
Pada Maret 2022, Soul Java menjadi partisipan Festival Streaming Event Ska Terbesar di Indonesia. Yakni, “Indonesia Skarnaval”. Ada sekitar 30 band band Ska lintas Nusantara yang tergabung dalam Indonesia Ska Connection.
Tahun ini tepatnya Oktober nanti, Soul Java akan menggelar event yang bertajuk “10 Tahun Berkarya”. Itu untuk merayakan 1 dekade mereka mewarnai dunia musik di Blitar. Sekaligus merilis single terbaru berserta official music video (MV). Tak hanya itu, Soul Java akan mengajak band lain dari Kota Blitar, tentunya dari berbagai genre untuk turut memeriahkan line-up event tersebut. “Ini juga sebagai wadah untuk mengenalkan Soul Java dan beberapa band lain. Bahwa di Blitar punya banyak genre musik, bukan hanya tradisional,” tandasnya. (*/c1/sub)
Editor : Doni Setiawan