Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dampak Kemarau, Harga Beras di Blitar Meroket

M. Luki Azhari • Kamis, 31 Agustus 2023 | 06:00 WIB

  

SEMANGAT : Pedagang di Pasar Pon memikul beras hasil distribusi Disperindag Kota Blitar dan Bulog, kemarin (29/8).
SEMANGAT : Pedagang di Pasar Pon memikul beras hasil distribusi Disperindag Kota Blitar dan Bulog, kemarin (29/8).

KOTA BLITAR – Harga beras di pasar Bumi Bung Karno terus merangkak naik. Baik kualitas medium dan premium. Kenaikan itu sudah berlangsung sejak tiga pekan terakhir diduga dampak musim kemarau.

Salah seorang pedagang di Pasar Pon, Muhammad Khoirul mengaku, kondisi naiknya harga beras tersebut terjadi secara bertahap. Semula, harga beras eceran kualitas medium berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 11.000 per kilogram (kg), sedangkan beras premium seharga Rp 12.000 per kg. “Harga segitu sudah anteng. Setelah itu bertahap mulai naik,” ujarnya kemarin (29/8).

Kini, lanjut dia, harga beras medium naik menjadi Rp 12.000 hingga Rp 12.500 per kg. Lalu, beras kualitas premium Rp 13.500 hingga Rp 14.000 per kg. Meski naik cukup signifikan, imbuh Khoirul, permintaan masih stabil.

Dia mensinyalir, meroketnya harga salah satu kebutuhan pokok itu tak lepas dari pengaruh di sektor pertanian. Mulai dari jumlah panen padi yang sedikit sampai gagal panen. Hal itu terjadi karena dampak musim kemarau. ”Ada juga yang bilang belum musim panen atau panenannya sedikit. Dari situ, harga dari petani naik,” ungkapnya.

Di samping itu, stok berasnya juga semakin menipis. “Sudah tiga minggu ini bertahap. Sementara itu, permintaan dari pembeli tetap,” imbuhnya. Saat itu juga, Khoirul langsung menerima gelontoran beras dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar dan Badan Urusan Logistik (Bulog).

Terpisah, Kepala Disperindag Kota Blitar Hakim Sisworo membenarkan adanya grafik kenaikan harga beras. Menurutnya, kondisi itu dipicu sejumlah faktor. Di antaranya, harga gabah dari petani naik di atas harga eceran tertinggi (HET). “Lalu, kadar air di gabah kurang bagus. Jadi kalau diselep akan berkurang. Selain itu juga kemarau,” jelasnya.

Untuk menjaga stabilisasi, disperindag mendistribusikan beras kemasan 5 kg dengan HET Rp 9.450 per kg. Terdapat dua pasar yang jadi sasaran distribusi. Yakni, Pasar Pon terdiri dari 5 pedagang dan 4 pedagang di Pasar Templek. “Tiap pedagang dapat 30 sak ukuran 5 kg. Kami berharap masyarakat beli dari Bulog. Besok (hari ini, Red) giliran Pasar Legi dan Wage,” tandasnya. (luk/c1/sub)

Editor : Doni Setiawan
#pasar legi #harga beras #kemarau #bulog #harga eceran tertinggi (HET) #disperindag