Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kendalikan Stunting dan Hipertens, Poltekkes Kolaborasi UPT Perpustakaan Bung Karno

Doni Setiawan • Kamis, 31 Agustus 2023 | 18:18 WIB

 

SIMBOLIS: Ketua Prodi D-3 Keperawatan Poltekkes Kemenkes Malang (Kampus III Blitar) Wiwin Martiningsih menyerahkan alat-alat kesehatan untuk mendukung pencegahan hipertensikepada Ketua Penggerak PKK.
SIMBOLIS: Ketua Prodi D-3 Keperawatan Poltekkes Kemenkes Malang (Kampus III Blitar) Wiwin Martiningsih menyerahkan alat-alat kesehatan untuk mendukung pencegahan hipertensikepada Ketua Penggerak PKK.

KABUPATEN BLITAR – Hari kedua rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat prodi D-3 Keperawatan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Malang (Kampus III Blitar) di wilayah binaan Desa Jimbe, Kecamatan Kademangan, berlangsung lancar. Ada dua fokus kegiatan, yakni pencegahan hipertensi dan pencegahan stunting pada bayi dan anak-anak.

Kegiatan Poltekkes Kampus III Blitar ini juga diselingi kegiatan Literasi Memasak berkolaborasi dengan UPT Perpustakaan Bung Karno. Kegiatan ini dihadiri oleh kader PKK dan warga Desa Jimbe. Rangkaian acara dimulai dengan penyampaian materi oleh Dosen Program Studi Gizi Poltekkes Kemenkes Malang, Juin Hadisuyitno SST MKes, terkait seputar hipertensi dan stunting pada balita maupun bayi. “Karena dua hal tersebut menjadi fokus poltekkes pada pengabdian masyarakat tahun ini,” ungkap Dosen Prodi Promosi Kesehatan D-3 Keperawatan Poltekkes Kemenkes Malang (Kampus III Blitar), Mujito.

Kegiatan ini tidak hanya diisi dengan materi tentang takaran gizi yang baik untuk pengendalian hipertensi dan pencegahan stunting. Masyarakat juga diajak praktik memasak bersama dibantu oleh dosen dan mahasiswa prodi D-3 Keperawatan. Dengan menonjolkan menu kearifan lokal masyarakat Desa Jimbe. Bahan-bahan yang diperlukan bukan bahan yang mahal, melainkan yang mudah didapatkan. Yakni, sayur sop, oseng kangkung, serta bubur beras merah. “Artinya, tanpa perlu membeli bahan yang mahal, kita bisa memanfaatkan sayuran atau bahan yang ada,” jelasnya.

Poltekkes Kemenkes Malang Kampus III Blitar juga menyerahkan bantuan alat-alat kesehatan kepada tim penggerak PKK Desa Jimbe untuk mendukung keberlanjutan program. Khususnya pencegahan hipertensi berupa body fat analyzier, timbangan berat badan, tensimeter digital, alat cek gula darah, kolestrol, asam urat, serta midline. Juga membagikan beberapa door prize untuk memantik semangat ibu-ibu PKK dan masyarakat Desa Jimbe.

Peserta Literasi Mustika Rasa
Peserta Literasi Mustika Rasa

Dalam kegiatan Literasi Mustika Rasa, jelas Mujito, semua peralatan dan bahan memasak disediakan langsung oleh UPT Perpustakaan Bung Karno. Momentum kegiatan ini juga menjadi sarana membangun kolaborasi yang apik antara Poltekkes Kemenkes Malang, khususnya Kampus III Blitar dan UPT Perpustakaan Bung Karno.

Pihak UPT Perpustakaan Bung Karno mengenalkan dan menunjukkan kepada masyarakat bahwa perpustakaan bukan sekadar tempat untuk meminjam atau membaca buku. Namun, saat ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan berbagai kegiatan. Salah satunya dengan adanya transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, seperti kegiatan Literasi Mustika Rasa dengan konsep pengenalan masakan Nusantara kepada masyarakat. “Kebetulan sekali prinsip kami cocok dengan kegiatan ini, yaitu untuk pengendalian hipertensi dan pencegahan stunting,” ungkap Koordinator Pelayanan dan Informasi UPT Perpustakaan Bung Karno, Hery Purwanto.

Sebab, mayoritas penyakit datang dari diri sendiri. Alangkah baiknya jika masyarakat bisa melakukan pencegahan secara mandiri. Masyarakat bisa mengetahui makanan dengan gizi yang baik, apalagi untuk bayi dan balita agar bisa mencegah stunting.

Nantinya, ungkap Hery, bukan hanya untuk masyarakat Desa Jimbe. Namun juga daerah lain dengan cakupan wilayah yang masih bisa dijangkau. Dengan begitu, bisa menjalin kerja sama sekaligus memberikan manfaat kepada masyarakat. “Karena instansi itu tidak bisa berdiri sendiri dan harus saling melengkapi untuk memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujarnya. (mg1/c1/ady)

Editor : Doni Setiawan
#gizi #pkk #UPT perpustakaan Proklamator bung karno #Literasi Mustika Rasa #POLTEKKES