KABUPATEN BLITAR - Hari ketiga pengabdian masyarakat Program Pendidikan (Prodi) D-3 Keperawatan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Malang Kampus III Blitar sukses digelar. Masih di wilayah binaan Desa Jimbe, Kecamatan Kademangan, yang difokuskan pada pelatihan dan pendampingan pola hidup sehat.
Kurang lebih ada 15 kader dari perwakilan RW 06 Desa Jimbe yang menjadi sasaran. Mereka diberikan keterampilan pencegahan hipertensi dengan pijat punggung metode eflurasi, masase plantar dan leher, dilanjutkan senam kogerta. “Keterampilan ini sebagai salah satu langkah pencegahan dan pengendalian hipertensi,” ungkap salah satu anggota tim Pengabdian Masyarakat (Pengabmas) Poltekkes Kemenkes Malang Kampus III Blitar, Andi Hayyun Abiddin.
Dia menjelaskan, sebelum menerima pelatihan dan demonstrasi dari masing-masing kader, ada penyampaian materi. Kali ini prodi D-3 Keperawatan berkolaborasi dengan jurusan Analisis Farmasi dan Makanan (Anafarma). Yakni, Retno Ikayanti MFarm yang menyampaikan materi makanan kadar garam rendah untuk pengendalian hipertensi. Serta jurusan Teknologi Bank Darah yang disampaikan oleh Dr Roni Yuliwar SKepNs MKed, dengan materi hipertensi dan donor darah.
Setelah itu, jelas Andik, peserta dibagi menjadi tiga kelompok kecil. Masing-masing kelompok akan mendapatkan materi secara bergilir. Yakni, pijat punggung, masase plantar dan leher, diakhiri dengan senam kortega bersama di halaman Polindes Desa Jimbe.
Meskipun rangkaian kegiatan telah rampung, mulai dari survei mawas diri, musyawarah desa, penyuluhan dan pelatihan kesehatan, monitoring akan terus dilakukan. Tujuannya untuk melihat hasil survei mawas diri dan setelah adanya kegiatan pelatihan. Hasil monitoring yang didapatkan akan ditindaklanjuti pada tahun berikutnya. Evaluasi akan dilakukan setiap tiga bulan sekali melalui bantuan ketua penggerak PKK. “Akan dilihat hasilnya, apakah ada perubahan. Sekaligus sebagai pertimbangan untuk tindak lanjut pada tahun berikutnya,” jelasnya.
Meski bukan kategori penyakit tidak menular (PTM), hipertensi bisa fatal akibatnya jika salah penanganan. Dengan begitu, alangkah baiknya jika melakukan pencegahan, baik dari pola hidup maupun pola makan yang sesuai. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat bisa mendapat informasi baru dan langsung dari ahlinya secara hoslistik. “Artinya, bukan dari satu sisi saja, melainkan dari keilmuan lain,” jelas Dosen Prodi Bank Darah D-3 Keperawatan Poltekkes Kemenkes Malang, Roni Yuliwar.
Roni menjelaskan ,hipertensi bisa terjadi tanpa adanya keluhan sehingga harus diwaspadai. Biasanya ditandai dengan sakit kepala di area tengkuk. Terkadang masyarakat tidak menyadari sehingga cenderung diabaikan. Sering kali berakibat pada penyakit stroke. Misalnya, bangun tidur tiba-tiba mulut perot atau kaki tidak bisa digerakkan. “Nah, orang cenderung beranggapan kalau sakit stroke karena faktor usia. Padahal bisa jadi itu hipertensi,” jelasnya.
Nantinya, harap Roni, adanya kegiatan ini membuat kader sebagai perwakilan masyarakat bisa menjadi pionir untuk gepok tular. Artinya, bisa menyampaikan kepada masyarakat lain. Baik materi maupun keterampilan yang telah diberikan bisa tersampaikan kepada seluruh warga sehingga bisa mawas diri kaitannya dengan hipertensi.
Ketua Tim Penggerak PKK Desa Jimbe, Diana, berterima kasih kepada Poltekkes Kemenkes Malang Kampus III Blitar yang telah memberikan pembinaan kepada masyarakat Desa Jimbe. “Semoga nantinya ada keberlanjutan yang bermanfaat, khususnya bagi warga Desa Jimbe,” pungkasnya. (mg1/c1/ady)
Editor : Doni Setiawan