KOTA BLITAR – Berawal dari suka motor klasik, Nanda Dwi Asmoro kini punya hobi yang unik. Yakni, mengoleksi barang-barang antik. Mulai dari koin hingga furnitur lawas dia pajang di rumahnya. Meski punya banyak barang, dia mengaku bahwa perawatan barang-barang antik ini terbilang gampang.
Banyak koleksi klasik terpampang di berbagai sudut. Mulai dari koin jadul, korek api jadul, mainan jadul, alat musik jadul, radio jadul, kamera jadul, telepon jadul, kamera jadul, alat ketik jadul, piringan hitam, bahkan yang terbesar furnitur jadul. Laki-laki yang tinggal di Desa Papungan, Kecamatan Kanigoro, ini mengaku kegiatan mengoleksi barang antik tersebut mulai dia geluti pada 2013 lalu.
“Sudah sejak dulu saya suka yang klasik. Awalnya dulu dari motor, seperti vespa. Namun semakin ke sini, saya suka berbagai hal,” akunya.
Di rumah yang didominasi cat warna cokelat itu, dia memajang barang-barang tersebut. Bahkan jumlahnya terbilang fantastis. Tidak hanya puluhan, bahkan ratusan. “Mungkin ratusan dari yang kecil sampai yang besar,” jelasnya.
Nanda mengungkapkan, kegemarannya ini muncul lantaran dia tertarik pada barang jadul yang punya bentuk unik. Dari barang-barang koleksinya itulah, dia tertarik untuk menggali sejarah. Mulai dari sejarah agama, negara, hingga sosial. Bahkan, dia juga memiliki barang yang terbilang cukup lama. Yakni, kitab Injil yang diterbitkan pada 1898. “Itu saya dapat di pasar. Tidak sengaja dapat,” ungkapnya.
Dalam upaya menambah koleksi, Hendra sering berburu sampai ke pelosok-pelosok desa. Bahkan, dia juga tak jarang mencari barang hingga ke luar kota.
Perawatan barang vintage ini terbilang cukup mudah. Hanya perlu dibersihkan menggunakan kemoceng atau kuas agar terhindar dari debu. Kemudian untuk barang elektronik, dia menganjurkan untuk sering-sering difungsikan dengan cara dinyalakan. Hal ini guna menghindari dari kerusakan sistem elektronik di dalam perangkat. “Kalau furnitur dari kayu itu tinggal dibersihkan saja dengan dilap. Itu sudah cukup,” tandasnya. (mg3/c1/dit)
Editor : Doni Setiawan