KABUPATEN BLITAR – Petani di wilayah Bumi Penataran dihatui hasil pertanian yang buruk dalam tiga bulan belakangan. Penyebabnya, musim kemarau dan adanya serangan hama disebut jadi alasan utama. Kondisi ini sangat dikeluhkan oleh para petani mengingat mereka sangat bergantung pada hasil pertanian mereka.
Joko Prayetno, seorang petani di Desa Purwokerto Kecamatan Srengat mengatakan, tidak adanya air menjadikan tanaman cabai tidak dapat tumbuh secara maksimal. Wajar saja air merupakan faktor utama penunjang pertumbungan tanaman.
Dengan lahan seluas 1,5 ribu m2 miliknya, Joko hanya mengandalkan hujan untuk mengairi lahanya. Dengan tidak turunya hujan beberapa bulan terakhir, tanaman cabai milikinya jadi kering akibat kemarau panjang. Alhasil, proses pengairan sawah harus dilakukan dengan metode alakadarnya. Yakni, dengan membawa air dari rumah. “ Hari ini saya mulai menyirami cabai jam tiga pagi selesai jam lima pagi” ujar Joko ditemui kemarin (4/9).
Kurangnya pasokan air untuk tumbuhan beresiko mempengaruhi tumbuh kembang cabai. Untuk menjaga cabai-cabainya tetap tumbuh secara maksimal. Joko harus membawa pasokan air dari rumahnya lima hari sekali guna menjaga lahanya agar tetap basah.
Meskipun demikian usahanya itu dianggap belum maksimal mengingat lahannya yang luas. Menurutnya tidak tercukupinya air di setiap lahan yang dia garap menyebabkan tanaman cabai miliknya menjadi kerdil hingga menurunkan jumlah hasil panen.
Dia menjelaskan minimnya air dan kerdilnya tumbuhan mempengaruhi hasil produksi cabai. Pada bulan ini saja dia sudah panen sebanyak tiga kali dengan hasil 120 kg. Hal ini juga dikarenakan suhu panas yang mengakibatkan cabainya lebih cepat masak. Kondisi ini menjadikan cabai dipasaran menjadi berlimpah dan membuat harganya menjadi turun. Berlebihnya pasokan cabai mempengaruhi harga jual.” Dari 60 kilogram, saya hanya dapat Rp 800 ribu. Itu berarti, harga cabai saat ini hanya Rp 14 ribu per kilo.” Jelasnya.
Tidak hanya kurang air untuk pengairan lahan, masalah hama juga menghantui cabai milik para petani. Hama jenis klaper disebut jadi hewan yang sangat ,eresahkan para petani cabai. Itu membuat cabai jadi tidak sehat dan lebih mudah rusak. Kondisi ini yang menyebabkan mutu cabai turun drastis. (mg3/dit)
Editor : Doni Setiawan