KOTA BLITAR – Besarnya potensi pariwisata Kabupaten Blitar belum dibarengi kepekaan menangkap peluang. Indikasinya, ada puluhan destinasi wisata yang belum tergarap secara optimal. Padahal, hal itu bisa jadi potensi untuk menambah pundi pendapatan daerah.
Untuk diketahui, sampai saat ini ada 71 destinasi wisata di Kabupaten Blitar yang sudah tergarap secara profesional. Jumlah itu termasuk destinasi yang belum jamak diketahui hingga wisata yang mashyur jadi jujukan pelancong. Misalnya, Pantai Tambakrejo, Pantai Serang, Kebun Teh Sirah Kencong, hingga Candi Penataran.
Kepala Disbudpar Kabupaten Blitar Suhendro Winarso mengaku telah melakukan pendataan lokasi-lokasi yang berpotensi jadi destinasi wisata anyar di Bumi Penataran. Hasilnya didapati ada 54 titik yang dinilai punya daya pikat untuk menarik wisatawan. “Memang ada banyak. Mulai dari wisata alam, budaya, hingga wisata religi itu kita masukkan dalam data,” akunya.
Sayang, minimnya kesadaran masyarakat di sekitar lokasi wisata untuk menggarap potensi ini jadi kendala utama. Laki-laki yang karib disapa Hendro ini mengungkapkan, perlu adanya sinergitas antara pemerintah kabupaten (pemkab) melalui dinas terkait dan masyarakat sekitar dalam upaya pengelolaan destinasi wisata. Dengan demikian, potensi destinasi wisata dapat dioptimalkan.
“54 destinasi wisata itu punya daya tarik. Tapi belum dikelola secara profesional. Potensi sebesar apa pun harus diimbangi dengan sumber daya manusia yang baik pula. Kalau itu dilakukan, kita bisa punya banyak destinasi wisata lain yang juga bisa dijadikan unggulan,” bebernya.
Tak kurang dari 125 destinasi pariwisata di Kabupaten Blitar. Perlu diingat, angka itu belum termasuk potensi wisata yang belum terpetakan oleh dinas. Keberadaan berbagai destinasi wisata ini juga disebut punya potensi untuk menggenjot pendapatan daerah dari sektor wisata. Oleh sebab itu, perlu langkah aktif dari dinas untuk menyosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Khususnya mereka yang bersinggungan langsung dengan obyek wisata. “Iya. Itu harus dilakukan kalau ingin daerah maju. Akan kami koordinasikan dengan pihak terkait,” kata Hendro.
Adanya peningkatan jumlah kunjungan wisata di semester pertama tahun ini juga patut jadi alasan untuk mengoptimalkan objek wisata. Dalam periode Januari-Juli tahun ini, tercatat ada 292 orang wisatawan mancanegara (wisman) dan 1,5 juta orang wisatawan domestik. Jumlah itu mengalami peningkatan drastis dibanding angka kunjungan di tahun lalu dalam periode yang sama.
“Wajar, karena tahun lalu angka Covid-19 baru melandai. Karena itu tahun ini angka kunjungan sudah kembali meningkat. Justru karena itu perlu kita sadarkan masyarakat bahwa pengelolaan objek wisata harus dilakukan secara porfesional dan terdata secara sistemastis,” pungkasnya. (dit/c1/hai)
Editor : Doni Setiawan