Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

GOR di Kabupaten Blitar, Tahun Depan Ajukan Pembangunan

Aditya Yuda Setya Putra • Jumat, 8 September 2023 | 20:03 WIB
TERKUNCI: Seorang warga melintas di depan Stadion Aryo Srengat yang mangkrak karena lama tak difungsikan.
TERKUNCI: Seorang warga melintas di depan Stadion Aryo Srengat yang mangkrak karena lama tak difungsikan.

KABUPATEN BLITAR - Tidak semua cabang olahraga (cabor) yang berada di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Blitar memiliki fasilitas olahraga. Nyatanya, dari 40 cabor, hanya ada dua fasilitas olahraga yang bisa dimanfaatkan oleh para atlet.

Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Keolahragaan, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Blitar, Nurcholis Muhaimin menuturkan, sampai saat ini memang hanya ada dua fasilitas olahraga yang dimiliki Pemkab Blitar. Yaitu, Stadion Gelora Panataran dan Stadion Aryo Srengat.“Itupun yang layangk untuk olahraga sepakbola hanya Stadion Gelora Panataran di Nglegok,” jelasnya.

Sedangkan, Stadion Aryo Srengat sangat jauh dari kata layak. Pasalnya, stadion yang berada di Kecamatan Srengat itu lama mangkrak. Sehingga tidak layak untuk kegiatan olahraga, khususnya sepakbola. “Untuk Stadion Gelora Panataran sudah layak dan berstandar nasional. Namun kurang komplit karena belum ada tribun keliling. Cuma ada tribun di sisi barat dan timur,” ungkapnya.

Sayangnya, belum ada rencana pengadaan fasilitas baru. Hal ini disebakan oleh minimnya anggaran yang dimiliki pemkab. Pasalnya, selama ini tak banyak anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan atau pemeliharaan fasilitas keolahragaan. “Selain itu, kita juga tidak punya CSR seperti halnya di Kediri. Di sana ada pabrik besar. Karenae itu anggaran di sana lebih besar daripada di Kabupaten Blitar,” kata laki-laki 48 tahun ini.

Disinggung soal rincian anggaran, Cholis mengaku, pihaknya hanya menerima anggaran sebesar Rp 50 juta untuk kebutuhan perawatan fasilitas olahraga. Anggaran ini dialokasikan di dua stadion yang dimiliki pemkab. Adapun kegiatan perawatan yang dilakukan. “Antara lain, pemotongan rumput hingga pengecatan dinding,” imbuhnya lagi.

Informasi yang dihimpun, Dispora Kabupaten Blitar berencana mengubah fungsi Stadion Aryo Srengat menjadi gedung olahraga (GOR). kJika wacana ini terealisasi, ada kemungkinan Bumi Penataran bakal sering menjadi tuan rumah event-event keolahragaan bergengsi.

Oleh sebab itu, perlu adanya tindakan lebih jika nantinya wacana ini disetujui. Sebab, ada banyak kerusakan yang terjadi di stadion itu. Maka, ada kemungkinan stadion ini bakal dibongkar. “karna letalnya stategis dan mudah dijakau. Diharapkan nanti bisa ramai dan berbayar. Dengan begitu akan menambah pendapatan baik untuk masyarakat atau PAD (pendapatan anggaran daerah, Red),” ucap dia.

Perlu diingat, hal ini masih bersifat wacana. Sebab, sampai saat ini Dispora Kabupaten Blitar belum melakukan pengajuan pembangunan GOR anyar di tahun ini. Jika tak ada aral melintang, proses pengajuan baru akan dilakukan tahun depan.

Untuk diketahui, rencana pembangunan GOR baru ini bukan barang baru. Pasalnya, Pemkab Blitar pernah berencana untuk membangun GOR di Kelurahan Kembangarum, Kecamatan Sutojayan. Anggaran sebesar Rp 15 miliar disiapka. Sayang, rencana ini urung direalisasikan lantaran sertifikat persyaratan pembangunan belum lengkap. (mg2/dit)

Editor : Doni Setiawan
#pembangunan gor #koni #stadion