Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dampak Kemarau Panjang, Sampai Begini Kondisi Sungai di Kota Blitar

Mila Inka Dewi • Minggu, 17 September 2023 | 03:45 WIB
KERING: Sungai di Jalan Sumatera Kota Blitar yang mengering dampak musim kemarau, Sabtu (16/9/2023).
KERING: Sungai di Jalan Sumatera Kota Blitar yang mengering dampak musim kemarau, Sabtu (16/9/2023).

BLITAR - Kemarau panjang membawa dampak pada penurunan debit air. Indikasinya, beberapa sungai di Kota Blitar mulai mengering.

Seperti sungai di area persawahan Kelurahan Blitar Kecamatan Sukorejo, sungai di Jalan Sudanco Supriadi, dan sungai Jalan Sumatera, Kota Blitar Biasanya air sungai selalu mengalir. 

Keberadaan sungai memang cukup penting untuk pengairan irigasi sawah. Selain sungai, sumur warga juga terdampak. "Kalau sumur warga mungkin kecepatan aliran air yang sedikit lambat," ungkap Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Blitar, Supriyadi, Sabtu (16/9/2023). 

Sebelumnya, Kota Blitar masuk dalam status siaga kekeringan Namun, belum ada laporan dari masyarakat yang mengeluhkan kesulitan air. BPBD juga melakukan asesment di beberapa titik.

Berdasarkan pantauan sementara hanya terjadi penururnan debit air. Namun, untuk mengantisipasi adanya kekeringan, BPBD akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk menyuplai air ke masyarakat jika memang ada laporan kekurangan air bersih.

Meski hanya terdapat tiga kecamatan, kata Supriyadi, semua berpotensi mengalami kekeringan. Sebab, faktor alam yang tidak bisa diprediksi.

Sehingga, lanjut dia, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan air dengan bijak. "Harus diperhatikan juga penggunaan air untuk kebutuhan sehari-hari. Gunakan secukupnya," ujarnya.

Musim kemarau diprediksi akan berlangsung hingga Oktober. Selain menghemat penggunaan air, petani juga harus pintar memilih tanaman.

Mana tanaman yang cocok di musim kemarau terutama yang tidak membutuhkan banyak air. "Lihat juga kondisi sumber air yang berkurang di sejumlah wilayah," ujarnya.

Sebelumnya pada 2019 lalu, kekeringan pernah terjadi di sejumlah wilayah Kota Blitar. Yakni, Kelurahan Ngadirejo, Kelurahan Bendo, Kelurahan Sentul, Kelurahan Tanggung, Kelurahan Gedog, Kelurahan Pakunden, dan Kelurahan Tanjungsari. (mg1/sub)

Editor : M. Subchan Abdullah
#terkena dampak kekeringan #kemarau panjang #kesulitan air bersih #BPBD Kota Blitar #Kota Blitar #kekeringan #kekeringan di kota