Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Harga Beras di Blitar Masih Melambung, Lima Pasar Jadi Sasaran Dropping untuk Tekan HET

Mohammad Syafi'uddin • Minggu, 17 September 2023 | 21:55 WIB

 

BELUM NORMAL: Seorang pedagang sembako di Pasar Nglegok menimbang beras di lapaknya.
BELUM NORMAL: Seorang pedagang sembako di Pasar Nglegok menimbang beras di lapaknya.

 

BLITAR– Harga beras di pasaran Kabupaten Blitar terpantau naik dalam beberapa hari belakangan.

Minimnya stok disinyalir jadi alasan harga beras yang menjadi salah satu bahan pokok ini jadi tak stabil.

Pedagang beras di Pasar Nglegok, Endang Sunarsih mengatakan, adanya kenaikan harga beras terpaksa mengurangi jumlah pembelian.


Biasanya, dia biasa membeli 9 kuintal beras. Kini, dia hanya bisa membeli 6 kuintal beras untuk dijual kembali.

Itu membuatnya terpaksa mematok harga beras lebih tinggi kepada para pembeli.

“Yang sebelumnya paling tinggi Rp 12 ribu, kini terpaksa saya jual Rp 13 ribu. Padahal harga normalnya itu sekitar Rp 10 ribu,” ungkap wanita 64 tahun itu.

Itu adalah harga beras jenis curah. Untuk harga beras kemasan juga mengalami kenaikan.

Normalnya, harga beras kemasan 5 kilogram (kg) berkisar Rp 46-48 ribu. Saat ini harga beras meningkat tajam menjadi Rp 66-70 ribu per lima kg.

“Harga beras naiknya mungkin karena musim kemarau panjang ini. Sehingga air sedikit dan mengakibatkan telat panen atau tidak ada panen,” ucapnya.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar, Anang Asfihani mengungkapkan bahwa banyak menerima laporan terkait tingginya harga beras di pasaran.

Namun, dinas belum mengetahui secara pasti penyebabnya kenaikan harga beras. “Iya, ada laporan demikian dalam beberapa waktu,” akunya.

Dia mengeklaim dropping beras dengan harga eceran tertinggi (HET) sudah dilakukan pada akhir bulan lalu.

Sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Blitar disasar dalam proses pendistribusian. Mulai dari Pasar Kanigoro, Pasar Lodoyo, hinggi Pasar Wlingi.

 “Beras itu diberikan ke pedagang langsung. Kemarin sudah dikirimkan ke lima pasar. Setiap pasar itu diambil lima pedagang untuk menerima beras sebanyak 30 kemasan,” ucap pria 48 tahun itu.

Anang meminta agar para pedagang tidak menjual harga beras melebihi HET. Adapun batas harga HET yang dimaksud adalah Rp 54.500 per lima kg.

Sayangnya, dia belum dapat mengatakan adanya sanksi bagi para pedagang yang ngotot menjual harga beras di atas HET.

“Rencananya beras HET ini didistribusikan ke seluruh pasar. Tapi itu masih perlu menunggu kesanggupan dari pihak-pihak terkait,” tandasnya. (mg2/c1/dit)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#harga beras #blitar