Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Hasil Menakjubkan Budi Daya Alpukat Aligator, Rintis Usaha 14 Tahun Baru Bisa Merasakan Untung Jumbo

Mohammad Syafi'uddin • Minggu, 17 September 2023 | 23:00 WIB

 

HARUS TELITI: Muhammad Iskandar melihat buah yang telah dipanen di kebun alpukad aligator miliknya.
HARUS TELITI: Muhammad Iskandar melihat buah yang telah dipanen di kebun alpukad aligator miliknya.

BLITAR– Geliat budi daya buah alpukat aligator di Bumi Penataran tampaknya jadi sektor yang menjanjikan hingga kini.

Itu yang membuat Muhammad Iskandar memberanikan diri terjun ke dunia usaha budi daya alpukat aligator. Selain faktor cuan, dia juga berkeinginan untuk memberdayakan masyarakat sekitar melalui usahanya.

Warga Desa Pojok, Kecamatan Garum ini mengatakan, ide tersebut muncul saat membaca berita terkait budi daya alpukat alligator berukuran jumbo di Thailand dan Vietnam.

Karena penasaran, Iskandar mulai mengulik seluk-beluk budi daya alpukat aligator. “Ya, itu bermula dari keluhan saya. Kenapa petani kita jarang yang bisa kayak petani luar negeri,” terangnya.

Dari hasil analisis dan survei di berbagai tempat, pria usia 40 tahun ini mulai menanam alpukat aligator.

Pilihan ini dia ambil alpukat aligator bukannya tanpa alasan. Menurut Iskandar, buah alpukat bisa dikonsumsi oleh semua kalangan. Dengan begitu, pangsa pasar buah ini jauh lebih luas dari jenis buah lain.

Lebih lanjut, Iskandar mengungkapkan bahwa alpukad aligator memang berukuran lebih besar dari avokad jenis lain.

Bahkan, beratnya bisa mencapai 2 kilogram (kg). Dari sana, tercetus ide untuk menyilangkan dua jenis  alpukat berbeda. Tujuannya tentu untuk menciptakan varian anyar.

“Awal mulanya itu ada bibitan yang diberikan teman ayah. Dari situ, saya berinisiatif untuk menggabungkan alpukat lokal dengan sistem stek. Hasilnya menakjubkan,” ucapnya.

Prosesnya itu memang memakan waktu tak sebentar. Iskandar mulai melakukan stek pada 2005 lalu. Hasilnya baru dia rasakan pada 2019  atau 14 tahun.

Baca Juga: Tips Sukses Bisnis Kecantikan ala Khusnul Khotimah Owner Ima Salon

Merasa puas dengan hasil panen pertamanya, laki-laki berambut gondrong ini memutuskan untuk menanam lebih banyak pohon di lahan miliknya.

Disinggung soal pemasaran, Iskandar mengaku bahwa dia biasa melakukan pengiriman ke sejumlah wilayah. Di antaranya, Surabaya, Bogor, Depok, Bekasi, hingga Jakarta. Dalam satu kali masa panen, dia bisa menghasilkan hingga 1-2 kuintal alpukad jumbo.

“Kami hargai Rp 20 ribu per kg dari petani, sedangkan untuk harga jual kami mengikuti pasar. Ya kisaran Rp 25-30 ribu per kg,” ungkapnya.

Namun, lanjut Iskandar, kegiatan budi daya yang dia kelola ini tak melulu soal cuan. Ada alasan lain kenapa dia getol membangun usaha ini.

Dia ingin untuk memberdayakan masyarakat lokal. Itu penting agar dampak positif dari kegitan ini bisa dirasakan oleh orang-orang di sekitarnya.

“Kita juga ingin agar masyarakat Blitar bisa merasa menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ini,” tanadasnya. (mg2/c1/dit)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#alpukat aligator